Bab Lima Puluh Tujuh: Kasus Pemusnahan Satu Keluarga di Masa Lalu
Konon ini bukanlah kali pertama mereka saling bersaing; setiap kali, perak yang dihabiskan mencapai ribuan tael. Jika dibandingkan dengan mereka, apa yang dilakukan Chu Xian sejak pagi, hanya menghabiskan puluhan tael perak, benar-benar tak ada apa-apanya.
Kali ini Chu Xian keluar membawa uang yang dibagi menjadi dua bagian, satu bagian dipegang oleh Wu Ping, satu lagi diserahkan pada Qi Chengxiang. Saat ini, uang di tangan Qi Chengxiang sudah habis dalam waktu kurang dari setengah hari. Untungnya, Wu Ping masih menyimpan sebagian, apalagi Chu Xian dan rombongannya masih bisa tinggal di kediaman pejabat kota Fengcheng, makan tiga kali sehari pun ditanggung oleh pihak pemerintah kota, jadi Chu Xian sama sekali tidak panik.
Ketika kembali ke kediaman pejabat, Wu Ping sudah menunggu Chu Xian. Melihat Chu Xian datang, Wu Ping segera maju dan berkata, “Tuan, Tuan Fang itu setuju, hanya saja beliau bilang ingin membawa beberapa pejabat kota Fengcheng juga. Bagaimana menurut Anda...”
Chu Xian tersenyum, “Kita memang datang untuk menjalin hubungan dengan para pejabat Fengcheng, tentu saja tidak masalah. Oh ya, kau pergi beri tahu Tuan Fang, bilang saja malam ini aku akan menjamu mereka minum di Paviliun Bulan Mengambang. Ingat, di Paviliun Bulan Mengambang.”
Wu Ping mengangguk, mencatat perintah itu, lalu segera pergi menjalankan tugas.
Chu Xian membawa Qi Chengxiang makan di kediaman pejabat, lalu tanpa beristirahat, langsung menuju kantor pengadilan kota.
Kantor pengadilan bertanggung jawab atas penyelidikan kasus yang terjadi di Fengcheng dan penyimpanan berkas perkara. Chu Xian hendak melihat berkas perkara lain, yakni tragedi pembantaian satu keluarga yang terjadi setahun lalu di Fengcheng.
Yang diketahui oleh departemen pengawasan hanyalah korban pembantaian itu adalah seorang saudagar berpengaruh di Fengcheng. Namun pada akhirnya kasus tersebut tidak terungkap, dibiarkan begitu saja. Karena korban bukan pejabat, maka hanya pengadilan Fengcheng yang menangani, tidak sampai ke tingkat lebih tinggi.
Akan tetapi, karena Pengawas Wang yang tewas sebelumnya pernah menyinggung kasus ini dalam surat laporannya, maka Chu Xian pun harus memastikan kebenarannya.
Bagi Chu Xian saat ini, menebar jaring di air keruh tak akan merugikan; semakin banyak petunjuk, semakin baik.
...
Pejabat di kantor pengadilan Fengcheng melihat pejabat penulis dari departemen pengawasan datang untuk memeriksa berkas perkara, apalagi membawa surat perintah dari pengawas istana, mana berani mereka menghalangi. L