Bab 123 Sama Sekali Tidak Ada Hubungannya dengan Xiuxiu
Su Yunwan tidak mengatakan apa-apa. Ia juga berharap He Yueyue benar-benar sadar dan bertobat.
Kini kehidupan keluarga mereka semakin hari semakin baik, tentu tidak masalah jika harus menambah satu mulut lagi untuk makan. Mengenai reputasi atau semacamnya, He Xiuxiu saja yang gadis belum menikah tidak merasa khawatir, lantas apa yang perlu ia cemaskan?
Sebenarnya, Nyonya Xu telah memikirkan hal ini. Saat ini, hubungan He Xiuxiu dan Song Jincheng terjalin dengan cukup baik. Dari sikap Tuan Song, terlihat jelas bahwa ia sangat puas dengan Xiuxiu. Jika tidak ada aral melintang, setelah rumah mereka selesai dibangun, Tuan Song pasti akan membicarakan pernikahan kedua anak tersebut.
Sekarang, berita tentang putri sulungnya yang ingin bercerai tidak mungkin bisa disembunyikan; Tuan Song dan cucunya pasti akan segera mengetahuinya. Nyonya Xu berencana untuk berbicara jujur dan terbuka kepada mereka berdua di kemudian hari. Jika mereka merasa bahwa status keluarga He yang memiliki putri bercerai akan mencoreng reputasi He Xiuxiu, maka ia terpaksa membiarkan putri bungsunya mengakhiri hubungan tersebut demi kebaikan. Sebaliknya, ini juga menjadi ujian bagi keluarga Song. Jika Tuan Song dan cucunya tidak memedulikan hal ini, itu berarti mereka memang menghargai pribadi Xiuxiu, yang justru membuat Nyonya Xu lebih tenang untuk menikahkan putrinya.
Melihat pernikahan putri sulungnya yang begitu malang, Nyonya Xu bukannya tidak merasa bersalah. Dulu, saat He Yueyue dijodohkan, dialah yang menyeleksi calon suaminya sendiri. Ia merasa Liu Fei adalah pria yang jujur dan pekerja keras, serta anak satu-satunya di keluarga, sehingga hidupnya pasti akan terjamin. Setelahnya, Nyonya Xu bahkan pergi ke kota untuk mencari tahu reputasi keluarga Liu. Entah karena tetangga di sana telah disuap oleh Nyonya Feng atau bukan, setiap orang yang ditanyai Nyonya Xu selalu memuji keluarga Liu.
Tampaknya, banyak hal yang tidak bisa dipercayai jika tidak dilihat dengan mata kepala sendiri. Seperti dirinya dulu yang juga tertipu dengan cara serupa, sehingga Nyonya Xu kini sama sekali tidak percaya pada penilaiannya sendiri dalam melihat orang. Jika bukan karena dukungan putranya dan menantunya terhadap hubungan He Xiuxiu dan Song Jincheng, mungkin ia tidak akan bisa begitu cepat mencapai kesepakatan dengan Tuan Song.
Rumah keluarga He yang memiliki dua halaman kini telah selesai dibangun, sehingga tersedia banyak kamar untuk tempat tinggal He Yueyue dan putrinya. Setelah menempatkan He Yueyue, Nyonya Xu segera menemui Tuan Song. Ia mengundang Tuan Song dan Song Jincheng secara pribadi ke ruang tamu.
Tuan Song menatap Nyonya Xu dengan senyum ramah dan membuka pembicaraan, "Tadi saya mendengar dari Jincheng, katanya putri sulungmu ingin bercerai?"
Nyonya Xu sebenarnya sudah menduga bahwa kabar perceraian He Yueyue akan menyebar, namun ia tidak menyangka akan secepat ini. Ia bertanya dengan ragu, "Bagaimana Paman Song bisa mengetahui hal ini?"
Tuan Song mengarahkan dagunya ke arah Song Jincheng, "Anak muda ini baru saja memberitahuku."
Song Jincheng bangkit dengan canggung dan menjelaskan, "Bibi, ceritanya begini. Xiuxiu khawatir jika kakaknya benar-benar bercerai, hal itu akan memengaruhi reputasinya, jadi dia berinisiatif mengajak saya berpisah. Dari situlah saya baru mengetahui masalah ini."
Nyonya Xu tidak menyangka He Xiuxiu akan berinisiatif menemui Song Jincheng untuk membicarakan hal tersebut. Karena kakek dan cucu itu sudah tahu, Nyonya Xu merasa tidak perlu lagi berbelit-belit. "Paman Song, begitulah kondisi keluarga kami saat ini. Jika Anda merasa hal ini akan memengaruhi Jincheng, lebih baik segera pisahkan kedua anak itu agar tidak..."
"Bibi, saya tidak keberatan dengan Xiuxiu." Sebelum Nyonya Xu menyelesaikan kalimatnya, Song Jincheng yang cemas segera memotong. "Bibi, keputusan kakak untuk bercerai justru menunjukkan bahwa pria itu memang tidak layak dipercaya untuk menjadi pendamping hidupnya. Bagi saya, masalah ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan Xiuxiu."
Mendengar perkataan Song Jincheng, Nyonya Xu merasa sangat lega. Tuan Song langsung berdiri dan sengaja memasang wajah tidak sabar. "Sudahlah, sudahlah. Saya kira ada masalah besar apa sampai kami dipanggil dengan begitu serius. Mulai sekarang, jangan bahas ini lagi. Orang tua ini harus pergi mengawasi pembangunan!"
Setelah berkata demikian, Tuan Song beranjak pergi. Song Jincheng pun mengangguk sopan kepada Nyonya Xu sebelum mengikuti kakeknya pergi. Hati Nyonya Xu yang tadinya gelisah kini akhirnya tenang.
Malam harinya, keluarga He berkumpul kembali untuk menanyakan apakah He Yueyue menyesali keputusannya. He Yueyue menjawab dengan tegas bahwa ia tidak menyesal. Berbekal jawaban itu, He Xiangbei dan Su Yunwan bergegas pergi ke kota menaiki kereta lembu keesokan paginya. Mereka mendatangi keluarga Liu untuk menanyakan sekali lagi apakah Liu Fei bersedia menandatangani surat cerai secara sukarela. Namun, jawabannya tetap sama: Liu Fei menolak. Keduanya tidak membuang waktu lagi dan langsung memacu kereta lembu menuju ibu kota kabupaten.
Baru saja memasuki ibu kota kabupaten, pasangan itu merasakan suasana yang tidak beres. Meskipun banyak orang berlalu-lalang di jalanan, mereka hanyalah para pria atau wanita yang sudah lanjut usia. Tidak ada satu pun wanita muda yang terlihat. Selain itu, setiap orang yang berjalan di jalanan tampak tegang. Saat melihat Su Yunwan, mereka semua menatapnya dengan pandangan aneh.
He Xiangbei menghentikan seorang wanita tua yang lewat untuk bertanya, "Permisi, Bibi, apakah terjadi sesuatu di kota ini? Suasananya terasa agak aneh."
Wanita itu memperhatikan Su Yunwan sejenak sebelum menghela napas, "Kalian sepertinya bukan penduduk Kabupaten Xiyang, ya?"
Tanpa menunggu jawaban He Xiangbei, wanita itu melanjutkan, "Saya sarankan kalian segera membawa istri muda ini pergi dari sini!"
He Xiangbei bertanya, "Mengapa?"
Wanita itu menoleh ke sekeliling dengan waspada, lalu mengerutkan kening, "Tadi malam, lebih dari seratus gadis muda dan istri baru menghilang di kota ini. Istrimu tampak cantik, sebaiknya segera pergi agar tidak menjadi sasaran."
Mendengar penjelasan wanita itu, pikiran Su Yunwan melayang ke kehidupan sebelumnya. Di kehidupan lampau, saat ia dan Li Zi'an pindah ke kota ini, ia pernah mendengar tetangga membicarakan hal serupa. Konon, dalam dua hari berturut-turut, hampir dua ratus wanita muda menghilang di malam hari di Kabupaten Xiyang. Jika mengikuti cerita wanita itu, tadi malam adalah hari pertama hilangnya para wanita muda tersebut. Jika alurnya sama dengan kehidupan sebelumnya, malam ini akan ada seratus lagi wanita muda yang hilang.
Dulu orang-orang mengatakan bahwa berkat ketegasan hakim daerah yang bergerak cepat, pada hari ketiga mereka berhasil menangkap beberapa bandit yang menculik para gadis, sehingga Kabupaten Xiyang kembali tenang. Meski begitu, dari dua ratus lebih wanita yang hilang, hanya sedikit yang selamat. Belakangan, terdengar kabar bahwa hakim daerah mengirim para bandit itu ke kantor prefektur, namun ia tidak tahu kelanjutannya.
Mendengar cerita wanita itu, He Xiangbei mengerutkan kening dan berniat memutar balik kereta lembu. Ia tidak ingin istrinya mengalami bahaya apa pun.
"Suamiku, apa yang ingin kau lakukan?" Su Yunwan mencoba mencegah saat melihat He Xiangbei hendak pergi.
He Xiangbei terus memacu kereta lembu sambil berkata, "Kita pulang dulu. Masalah perceraian Kakak, kita bicarakan lagi beberapa hari lagi."
Su Yunwan mencegah, "Suamiku, Bibi tadi sudah bilang bahwa kejadian ini terjadi di malam hari. Sekarang masih siang bolong, aku tidak akan dalam bahaya."
Lagipula, Su Yunwan sama sekali tidak takut diculik. Dengan adanya ruang rahasia yang dimilikinya, ia bisa bersembunyi kapan saja.