Bab Dua: Lembaga Roh Mistik
Matahari terbenam di barat, sinar jingga membanjiri bumi.
Setelah seharian berlatih dengan keras, Ke Lixuan akhirnya terbaring tak berdaya di tanah dan perlahan menutup matanya...
Saat ini, di wajah mudanya tampak jelas gurat-gurat kelelahan, jelas sekali latihan hari ini telah menguras banyak tenaganya...
“Aduh, ngantuk sekali…” Ke Lixuan berkata dengan mata terpejam, penuh keletihan.
“Melatih tubuh dengan mengendalikan kekuatan spiritual secara intens, memang sangat menguras tenaga~”
Xu yang berada di sampingnya menjelaskan alasan kenapa ia begitu lelah.
Pagi tadi harus mendaki gunung sambil memanggul banyak batu, sore harinya melatih tubuh dengan kekuatan spiritual; yang satu menguras fisik, yang satunya lagi menguras mental, mana mungkin tidak lelah...
Qiluo Neijing hanyalah sebuah metode kultivasi, tidak bisa menghilangkan rasa lelah.
“Tapi di sini bukan tempat tidurmu, mumpung matahari belum benar-benar terbenam, sebaiknya segera kembali ke akademi!”
“Kau harus tahu, lembah ini dihuni banyak binatang buas, dan bubuk penolak binatang yang kau bawa kali ini juga sudah habis. Kalau tidak cepat-cepat pergi, bisa-bisa bertemu dengan binatang buas yang berkeliaran mencari makan di malam hari, itu akan sangat berbahaya...” Xu mengingatkan.
Binatang buas yang berkeliaran di malam hari biasanya sangat agresif, dan dengan kondisi Ke Lixuan sekarang, jika bertemu satu saja, hampir bisa dipastikan ia takkan selamat!
Apalagi akhir-akhir ini, sering ada murid Akademi Xuanling yang tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Setelah dilakukan pencarian, di sarang binatang buas ditemukan serpihan pakaian dan bercak darah milik para murid itu...
Mendengar ucapan Xu, Ke Lixuan memaksakan diri menahan kantuk dan lelah, dengan susah payah berdiri.
“Eh, menghilang lagi…”
Melihat Xu kembali lenyap begitu saja, Ke Lixuan hanya bisa menghela napas. Orang ini selalu muncul dan hilang secara tiba-tiba, benar-benar sulit ditebak...
“Sudahlah, hari sudah malam, lebih baik segera kembali ke akademi…” Dengan pikiran itu, Ke Lixuan menggelengkan kepala, lalu melangkah cepat menuju akademi.
Ketika ia tiba di akademi, malam sudah larut. Namun, meskipun sudah sangat malam, masih ada beberapa murid, laki-laki dan perempuan, berkumpul bersama, membicarakan kejadian aneh yang mereka alami atau sekadar bergosip.
Tentang gosip, tentu saja tak banyak yang menarik. Sementara peristiwa aneh yang mereka bicarakan, kebanyakan soal murid yang hilang saat keluar, tanpa jejak sama sekali...
Ke Lixuan pun tak berminat dengan hal-hal seperti itu, karena ini sudah kasus ketiga bulan ini; para murid yang hilang itu kemungkinan besar telah menjadi santapan binatang buas!
Namun, ketika Ke Lixuan hendak beranjak pergi, sebuah tangan mungil dan putih tiba-tiba mencubit telinganya dengan keras, membuatnya meringis menahan sakit, namun ia pun tak bisa melepaskan diri.
“Duh! Sakit, sakit, sakit!”
“Kak Ke Xia, tolong pelan-pelan, sakit sekali!” Ke Lixuan buru-buru memohon ampun pada gadis itu.
Gadis itu mengenakan baju merah, usianya sekitar tujuh belas atau delapan belas tahun, wajahnya sangat cantik, rambut hitam legam diikat menjadi kuda poni yang menjuntai sampai ke pinggang rampingnya, di antara alisnya memancarkan keberanian yang tak kalah dari lelaki!
Gadis yang mencubit telinganya itu tak lain adalah Ke Xia, yang juga berasal dari keluarga Ke, sama seperti dirinya!
Ayah Ke Xia bersahabat baik dengan ayahnya, dan ketika ada perbedaan pendapat dalam keluarga, ayah Ke Xia hampir selalu mendukung ayah Ke Lixuan.
Karena hubungan orang tua itu pula, Ke Xia sangat perhatian pada dirinya yang paling muda di keluarga!
Bahkan saat dirinya tidak bisa berlatih, Ke Xia tetap sering menyemangati dan menghiburnya, sehingga ia pun menganggap Ke Xia sebagai kakak kandungnya sendiri...
“Baru sekarang kau tahu rasanya sakit! Beberapa hari ini kau ke mana saja, sampai pulang malam begini!” Ke Xia menegurnya.
“Aku mana sempat main-main! Aku pergi berlatih, berusaha keras supaya bisa kembali ke keluarga Ke!” Ke Lixuan buru-buru menjelaskan.
Mendengar itu, Ke Xia pun melepaskan cubitannya, menyilangkan tangan di dada, dan rona marah di wajah cantiknya perlahan mereda. Ia berkata datar, “Baguslah! Kukira kau main-main lagi dan lupa berlatih!”
Dulu, karena ia tak bisa berlatih, Ke Lixuan sering menjadi bahan ejekan di akademi, sehingga ia pun jarang berada di sana, dan Ke Xia juga tak terlalu memperdulikannya.
Tapi sekarang sudah berbeda!
Penyakit anehnya telah disembuhkan oleh seorang ahli misterius, jadi ia harus berusaha dua kali lipat, mengejar ketertinggalan, jika tidak, ia takkan bisa kembali ke keluarga Ke!
“Mana mungkin! Aku kan bukan Xia Ling yang itu, aku tahu mana yang penting!” ujar Ke Lixuan.
“Itu lebih baik!”
Ke Xia tampak puas, mengangguk pelan. Ternyata masa-masa suram dua tahun itu tidak membuatnya berubah, justru menjadi motivasi baginya untuk maju!
“Oh iya, Kak Ke Xia!”
“Kenapa kau ada di sini? Bukankah seharusnya kau di Akademi Timur? Kalau sampai orang Akademi Barat tahu, bisa-bisa mereka menggunjingkanmu!” tanya Ke Lixuan dengan bingung.
Agar para murid semakin bersemangat berlatih, Akademi Xuanling membagi diri menjadi Akademi Timur dan Akademi Barat, memanfaatkan naluri kompetisi dan keinginan untuk unggul, sehingga tercipta persaingan sehat yang mendorong kemajuan setiap murid!
Namun, persaingan yang diharapkan akademi itu kini hampir berubah menjadi permusuhan. Murid-murid Akademi Timur dan Barat sering berselisih, berkelahi, saling merendahkan, bahkan menindas satu sama lain!
Dan untuk benar-benar mengalahkan pihak lawan, tentu mereka harus mencari akar masalahnya, dan akar itu adalah para murid baru yang memiliki potensi besar seperti Ke Lixuan dan kawan-kawan.
Setiap tahun, akademi mengadakan ujian kelulusan, hanya murid yang lulus saja yang berhak masuk Akademi Timur atau Barat!
Beberapa tahun belakangan ini, kedua pihak mulai mengincar murid baru, berusaha menarik yang paling berbakat untuk memperkuat posisi masing-masing, agar bisa mendominasi pihak lawan!
Cara mereka menarik murid baru pun beragam...
Ada yang dengan ancaman, ada pula yang dengan iming-iming. Tapi pada akhirnya, murid yang punya kemampuan lolos ujian hampir semuanya setuju untuk bergabung.
Sedangkan murid baru yang menolak, akan “diyakinkan”, atau dipukuli, ditindas, dicari-cari kesalahan hingga gagal di tengah jalan, agar tidak bisa naik tingkat...
Terhadap fenomena ini, kepala Akademi Xuanling tidak berkata apa-apa, tidak juga menunjukkan sikap, seolah membiarkan saja keadaan seperti itu...
Menanggapi pertanyaannya, Ke Xia tersenyum tipis, lalu berkata, “Kau ini memang polos sekali~”
“Menurutmu, mereka akan percaya aku jauh-jauh datang ke sini hanya untuk menarik satu murid tingkat kedua di ranah pelatihan tubuh?”
“Hah…”
Ke Lixuan langsung terdiam, tak bisa membantah...
Memang benar, tapi kalau identitas dan hubungannya dengan Ke Xia sampai terbongkar, itu pasti akan membawa masalah juga...
“Kenapa tidak percaya~”
Tiba-tiba, suara penuh ejekan terdengar di telinga mereka. Seorang pemuda tampan, berwibawa, berbalut pakaian hijau, berjalan mendekat.
Melihat pemuda itu, wajah Ke Xia berubah, nadanya dingin, “Lin Ji? Malam-malam begini, ada apa kau di sini?”
“Lin Ji ini pasti dari Akademi Barat…” Ke Lixuan membatin.
“Tidak ada apa-apa, cuma ingin melihat apakah masih ada bakat yang belum ditemukan, lalu kebetulan melihatmu, jadi aku mampir menyapa~”
Lin Ji menyeringai, lalu mengalihkan pandangan pada Ke Lixuan, matanya penuh selidik. Ia mengejek, “Ternyata Akademi Timur cukup tahu diri juga, tahu tahun ini tidak bisa mengalahkan kami, jadi mulai menarik murid baru dari angkatan berikutnya, pandangan yang cukup jauh ke depan~”
“Tapi yang tidak kusangka, kau memilih menarik dia yang sangat ‘terkenal’ itu. Apa Akademi Timur sudah kehabisan akal sampai menngambil langkah putus asa?”
“Kak Lin Ji, apakah kau kenal aku?” tanya Ke Lixuan heran.
“Tidak, tapi aku pernah dengar soalmu.”
“Dalam setahun terakhir, setiap kali bertanding, kau selalu jadi yang terakhir. Ini sangat jarang terjadi, benar-benar mengesankan. Siapa pun yang penasaran pasti ingin kenal dengan sosok legendaris seperti dirimu…” Lin Ji mengejek.
“…………”
“Mungkin lain kali gantian?” Ke Lixuan mencoba menawar.
“Mungkin saja, sebab jika kau terus berada di posisi itu, kau akan dikeluarkan. Jadi, memang mungkin saja berganti orang,” gumam Lin Ji.
Mendengar itu, mata indah Ke Xia berkilat marah, ia berkata dingin, “Sepertinya Akademi Barat di sana cukup santai ya, sampai punya waktu mengurusi hal yang tidak penting begini!”
“Kalau memang kau sedang santai, apakah kau tertarik bertanding denganku…”
Mendengar tantangan itu, mata Lin Ji pun menyipit, ia berkata, “Lain kali saja! Tugasku belum selesai. Setelah selesai, aku pasti akan meladenimu!”
“Tentu saja, kalau kau memang ingin sekali bertanding, kau bisa mencari Ji Lei, dia punya waktu luang lebih banyak, pasti bisa memuaskanmu!”
Setelah berkata demikian, Lin Ji pun berbalik pergi. Sebelum benar-benar pergi, ia sempat berbisik di telinga Ke Lixuan, “Kudengar kau sekarang sudah bisa berlatih. Sebagai kakak tingkat, izinkan aku memberi satu saran ramah!”
“Akademi Timur tak punya masa depan, hanya Akademi Barat yang bisa membuatmu benar-benar berkembang. Kau yang cerdas pasti tahu harus memilih yang mana…”
Setelah Lin Ji pergi, Ke Xia mendengus dingin, nadanya penuh kebencian, “Orang Akademi Barat memang selalu menyebalkan dan menjengkelkan!”
“Ujian tahun depan, kau tidak boleh memilih Akademi Barat, kau harus memilih Akademi Timur, mengerti?!”
“Ya, aku mengerti…”
Mendengar itu, Ke Lixuan mengangguk. Kata-kata Lin Ji barusan sudah membuatnya kehilangan seluruh ketertarikan pada Akademi Barat!
“Tapi yang ingin kuikuti sebenarnya ujian tahun ini, bukan tahun depan.”
Mendengar itu, Ke Xia terkejut, lalu menasihatinya dengan tulus, “Menurutku, lebih baik kau ikut ujian tahun depan saja, jangan ikut yang sekarang. Aku takut kau malah pulang dalam keadaan babak belur dan menangis…”
Walaupun penyakit anehnya telah sembuh dan bakatnya mulai tampak, namun untuk mengejar ketertinggalan tetap butuh waktu. Ke Xia merasa, kemampuan Ke Lixuan belum cukup untuk ikut ujian tahun ini. Ujian tahun depan, ia mungkin bisa mendapat peringkat pertama!
“Tetap saja aku ingin mencoba. Kalau kalah, anggap saja menambah pengalaman untuk tahun depan, tidak rugi apa-apa. Kalau menang, bukankah itu lebih baik?” Ke Lixuan tersenyum.
Mendengar itu, Ke Xia hanya bisa menghela napas. Ia tahu benar watak Ke Lixuan, sekali memutuskan, sulit untuk diubah!
“Baiklah! Tapi ada satu syarat!”
“Kau harus bertarung denganku. Kalau kau bisa mengalahkanku, aku izinkan kau ikut ujian tahun ini. Tapi kalau kalah, kau harus patuh dan kembali berlatih, ikut ujian tahun depan!”
“Bagaimana?” ujar Ke Xia dengan tenang.