Bab 7: Batu Kehangatan
Ketika jam pulang kerja tiba, Tao Dede datang menemui Duan Zhu.
Setelah berbincang beberapa saat, Tao Dede bertanya, “Benda ini tidak bisa diproduksi massal?”
Duan Zhu menjawab, “Benar. Aku sudah katakan saat konferensi pers. Mungkin nilai aplikasinya tidak tinggi. Kami sebisa mungkin mencari nilai penelitian dari benda itu.”
“Berarti aku salah paham. Kukira kalian sudah bisa berkomunikasi dengannya, mengendalikan lintasan cahaya yang diubah olehnya. Kau kenal orang-orang dari Institut Optik dan Institut Mesin, kalian teliti saja bahan penyusunnya, lalu tiru saja, bukankah bisa?”
Duan Zhu menjawab, “Saat ini sudah diserahkan ke Institut Optik untuk diteliti. Hasilnya belum keluar.”
Beberapa hari kemudian, Duan Zhu bertanya pada Gu Xi apakah batu itu sudah diketahui terbuat dari apa.
Gu Xi berkata, “Mungkin itu meteorit. Benda asing dari luar angkasa. Belum jelas bahan apa sebenarnya.”
Duan Zhu bertanya, “Baiklah. Anda bilang bisa membantu saya mencari perusahaan investasi?”
Gu Xi menjawab, “Pasti akan kubantu urusan itu. Tidak lama lagi, tunggu beberapa hari lagi. Cari yang betul-betul bisa dipercaya.”
Beberapa hari kemudian, Tao Dede datang lagi pada Duan Zhu, “Bagaimana hasil penelitian mereka? Apakah bahan itu memang tidak bisa direplikasi?”
Duan Zhu menjawab, “Komposisi bahan itu tidak bisa dipastikan. Artinya, unsur seperti itu tidak ada di bumi, jadi tidak ada cara untuk membuat ulang.”
Tao Dede berkata, “Oh, sayang sekali. Aku sudah lihat video yang memperlihatkan cara cepat membuat sesuatu dengan benda itu. Sebenarnya aku ingin pakai metode ini untuk produksi massal suku cadang.”
Duan Zhu berkata, “Dengan kemampuan manufaktur saat ini, produksi suku cadang sudah sangat cepat. Memangnya di mana lagi dibutuhkan kecepatan seperti itu?”
Tao Dede menjawab, “Sekarang sedang membangun Kota Baru di Cheng Shengqi, banyak bangunan cepat jadi, butuh suku cadang dalam jumlah besar.”
Duan Zhu berkata, “Bukankah bisa memesan saja?”
Tao Dede menjawab, “Tapi harganya tinggi. Di dekat Kota Li ada beberapa kawasan tambang, sumber daya logam melimpah, bisa langsung pakai bahan setempat.”
Duan Zhu berkata, “Kalau nanti kami menemukan metode manufaktur baru, kami akan menghubungimu lagi.”
Tao Dede berkata, “Baik.”
Sebenarnya Duan Zhu sendiri juga tidak terlalu berharap pada metode manufaktur baru. Bagaimanapun, pengalaman penelitiannya masih minim, metode baru sebelumnya juga sangat bergantung pada batu itu.
Suatu kali saat bekerja di pabrik, seorang pekerja di sebelahnya berkata, “Namaku Pu Lei.”
Pu Lei berkata, “Aku juga pekerja di sini.”
Seorang wanita juga berkata, “Namaku Peng Qing.”
“Aku dengar kalian menemukan batu ajaib.”
Duan Zhu berkata, “Aduh, semua orang sudah tahu. Tapi sebenarnya bagi kami malah jadi merepotkan. Soalnya itu barang temuan, bukan bikinan sendiri, jadi tidak ada gunanya.”
Wu Tian menyimpulkan, “Jadi, kalau bukan hasil karya sendiri, semua itu cuma mainan.”
“Aku mau ceritakan sesuatu,” kata Peng Qing dengan nada misterius, “Di Kota Tambang sana, pernah juga ditemukan batu ajaib lain.”
Melihat ekspresi Peng Qing, Duan Zhu jadi agak takut, bulu kuduknya berdiri.
Duan Zhu bertanya, “Kau sendiri pernah melihatnya?”
Peng Qing menjawab, “Hanya dengar cerita saja. Ada teman di Kota Tambang.”
Duan Zhu bertanya, “Coba ceritakan, seperti apa batunya?”
Peng Qing berkata, “Waktu itu, mereka sedang di lubang tambang, merasa di suatu titik tempat itu lebih panas, sementara tempat lain terasa sejuk. Di bawah tanah itu biasanya hangat di musim dingin dan sejuk di musim panas, suhunya sekitar 17 sampai 19 derajat Celsius. Tapi di satu titik itu terasa lebih panas.”
Wu Tian bertanya, “Lebih panas? Apakah ada magma?”
Peng Qing menjawab, “Sudah diukur dengan detektor, tidak ada magma.”
Wu Tian bertanya, “Apakah itu mesin motor dari lift bawah tanah?”
Peng Qing menjawab, “Di sekitar situ tidak ada.”
Wu Tian bertanya, “Kompor? Atau AC?”
Peng Qing menjawab, “Juga tidak ada AC.”
Wu Tian berkata, “Kalau begitu aku tidak bisa menebak lagi.”
Peng Qing berkata, “Ini batu yang mau kuceritakan. Di sekitar batu itu panasnya lebih tinggi, sedangkan bagian lain di ruangan itu sangat dingin. Seolah semua panas tertarik ke sana.”
Duan Zhu berkata, “Kalau begitu, pasti diangkat dari dalam magma, ya?”
Peng Qing berkata, “Lalu ada yang mengubah arah batu itu, ternyata di tempat yang agak berjauhan malah berubah jadi panas.”
Duan Zhu berkata, “Itu memang aneh sekali.”
Wu Tian berkata, “Benar, sumber panas seharusnya kontak dengan area yang jadi panas, baru panasnya bisa merambat. Bagaimana bisa panas berpindah tanpa kontak?”
Peng Qing berkata, “Memang berpindah tanpa kontak. Seolah-olah kompor diletakkan di satu sisi, harusnya yang paling dekat merasakan panas, tapi orang yang paling dekat malah tidak merasa. Orang yang lebih jauh justru merasa panas. Bagian tengah seperti dilewati begitu saja.”
Duan Zhu berkata, “Mungkinkah itu lubang cacing, panas menembus ruang, melintasi bagian tengah, lalu muncul di tempat lain, hanya saja jaraknya cuma beberapa meter?”
Mereka memutar arah batu itu. Awalnya, sisi barat paling panas, sisi timur, utara, dan selatan paling dingin, bagian tengah suhunya sedang. Setelah diputar, bagian tengah dan timur jadi lebih dingin, utara dan selatan naik suhunya. Diputar lagi, bagian tengah tetap dingin, sisi timur jadi panas, utara dan selatan sedang.
Hal itu jelas tidak sesuai dengan pola perubahan panas yang biasanya bertahap. Penyebaran dan perubahan panas benar-benar bisa dikendalikan sesuka hati.
Wu Tian bertanya, “Ini termasuk bahasan ilmu fisika panas kan?”
Duan Zhu menjawab, “Mungkin. Lalu harus tanya ke siapa soal ini?”
Wu Tian bertanya, “Fenomena fisika apa ini? Perpindahan panas?”
Perpindahan panas adalah fenomena fisika, yaitu aliran energi panas akibat perbedaan suhu. Dalam perpindahan panas, perubahan energi dalam benda diukur dengan besaran panas. Ada tiga bentuk dasar perpindahan panas: konduksi, radiasi, dan konveksi. Selama ada perbedaan suhu di dalam benda atau antara dua benda, panas pasti akan berpindah dari suhu tinggi ke suhu rendah melalui satu atau lebih dari tiga cara tersebut.
Wu Tian berkata, “Sebaiknya kita cari tahu dulu apa itu perpindahan panas.”
Konduksi panas terjadi ketika ada perbedaan suhu antara dua benda atau dalam satu benda, energi akan berpindah melalui getaran, perpindahan, dan tumbukan partikel, atom, atau elektron di dalam benda itu. Mekanisme konduksi panas berbeda pada tiap wujud zat. Dalam gas, konduksi disebabkan oleh gerakan acak molekul yang saling bertumbukan; pada padatan non-konduktor, getaran kisi kristal di sekitar posisi setimbang akan menyalurkan energi ke molekul di sekitarnya; pada logam padat, konduksi panas dilakukan oleh pergerakan elektron bebas di antara kisi kristal.
Wu Tian berkata, “Intinya, molekul-molekul di dalamnya harus saling bertumbukan, jadi perpindahan panas itu harus ada kontak. Tidak bisa melayang tanpa media.”
Radiasi panas adalah fenomena ketika suatu benda karena suhunya memancarkan gelombang elektromagnetik. Semua benda yang suhunya di atas nol mutlak akan memancarkan panas, makin tinggi suhunya makin besar energi yang dipancarkan. Spektrum radiasi panas berupa spektrum kontinyu, panjang gelombangnya secara teori dari nol hingga tak terbatas, namun pada umumnya radiasi panas terutama didominasi oleh cahaya tampak dan inframerah dengan panjang gelombang yang lebih panjang.
Duan Zhu berkata, “Jadi, antara benda yang memancarkan panas dengan benda lain tidak harus bersentuhan. Contohnya matahari dan benda-benda yang terkena sinarnya.”
Wu Tian berkata, “Aku juga pernah dengar, suhu bisa dinaikkan sangat tinggi, mencapai 1500 derajat, bisa dipakai untuk melebur besi.”
Duan Zhu berkata, “Ini batu ajaib macam apa? Kalau begitu, tidak perlu lagi tungku pelebur besi.”
Wu Tian berkata, “Apakah itu karena suhu di banyak titik dijumlahkan? Misal di sekitarnya suhu 25 derajat, ada 60 area, dijumlahkan 60 kali jadi 1500 derajat?”
Duan Zhu berkata, “Lalu bagaimana cara kau membagi area? Kalau dibagi 600 titik, bukankah bisa dijumlahkan lebih banyak lagi?”
Peng Qing berkata, “Benar, tergantung seberapa detail pembagianmu.”
Wu Tian berkata, “Di Kota Tambang itu, berapa banyak harta karun yang sudah ditemukan?”
Peng Qing berkata, “Ada juga banyak cerita aneh lain, tapi tidak perlu kuceritakan, karena tak ada buktinya. Yang paling kuingat jelas adalah batu yang bisa mengendalikan distribusi panas ini.”