Bab Empat Puluh Lima: Munculnya Malam yang Jernih
Lin Yang bangkit berdiri, aliran data membanjiri seluruh halaman kecil itu.
"Aliran Data Rasi Bintang. Ia dapat menyesuaikan diri dengan segala jenis gen, serta mampu belajar dan berkembang secara mandiri," kata Lin Yang sambil menunjuk pada sebuah titik putih.
Titik putih itu tiba-tiba memancarkan banyak berkas cahaya, sebagian menembus ke dalam model tubuh manusia, sebagian lagi menuju benda-benda langit di alam semesta.
"Bola yang kau pegang tadi adalah aliran data dasar. Saat kau menggenggamnya, aliran data dasar itu menempel pada gennu, menyerap energi dari luar untuk mengaktifkan sebagian fungsi dasar. Sekaligus membaca semua informasi tentang dirimu secara cepat. Berdasarkan informasi yang didapat, aliran data dasar ini mengenali lingkungan sekitarnya, lalu melakukan kamuflase. Dari titik awal itu pula, ia membaca semua informasi yang dapat dijangkau di alam semesta, secara otomatis memperoleh sumber energi yang lebih tinggi. Kemudian mempelajari dan melengkapi informasinya."
Mendengar penjelasan Lin Yang, dua orang yang hadir di sana tertegun lama, tak mampu kembali ke kesadaran mereka. Benarkah sesuatu seperti ini sungguh ada? Namun apa yang baru saja mereka saksikan membuktikan bahwa benda itu memang nyata!
"Guru, untuk menjaga sistem ini tetap berjalan, pasti butuh ribuan bintang, kan?" tanya salah satu murid.
Lin Yang tersenyum ringan, "Energi bintang tidak akan mampu menggerakkan sistem ini, dan energi bintang pun bisa saja terputus. Energi sistem ini berasal dari lubang hitam, ditransfer melalui mikro-cacing khusus yang dirancang secara istimewa."
"Arsitektur khusus seperti apa?"
"Mikro-cacing tanpa waktu. Hanya mikro-cacing yang tak mengenal konsep waktu yang bisa bertahan stabil di bawah tarikan gravitasi kuat lubang hitam, sehingga mampu merebut energi dari mulut lubang hitam. Karena tak ada waktu, jalur energi itu pun selamanya tak bisa dilacak. Jadi, sistem ini aman digunakan; kecuali seluruh teori di alam semesta diguncang, sistem ini tak akan pernah berhenti berjalan."
"Lalu, Guru, seperti apa produk akhir yang kau bayangkan?" tanya murid itu, terheran-heran, sebab prototipe saja sudah begitu luar biasa, apalagi produk akhirnya.
"Pertama, kecepatan komputasinya seratus kali lipat dari Sistem Rasi Bintang yang kuberikan padamu. Kedua, ia tak hanya sekadar membaca informasi lingkungan, tapi juga mampu memprediksi evolusi masa depan dan masa lalu lingkungan tersebut."
Mendengar hal itu, Xi Rou terkejut, "Guru, benarkah benda seperti itu bisa dibuat manusia?"
"Bisa, segalanya mungkin. Seperti Sistem Rasi Bintang yang kuberikan padamu, bagi kalian itu benda mustahil, namun bagiku itu hanya sekumpulan aliran data saja."
"Kalau begitu, Guru, apakah sistem ini memiliki indeks humor dan kejujuran?"
Lin Yang tertegun, segera bertanya, "Bagaimana kau tahu tentang itu?"
Gadis itu mungkin baru bicara beberapa kata dengan sistem, tapi sudah tahu begitu banyak?
"Karena sistem ini adalah hasil pemrograman, maka sifat-sifat emosional manusia pun pasti diprogramkan juga. Tadi saat aku meminta sistem menganalisis datamu, Guru, bukan hanya ia menolak bekerja, dia malah mengejekku. Jadi aku menduga sistem ini pasti punya fitur indeks humor dan kejujuran."
"Memang benar ada, berapa nilainya, akan kau temukan sendiri setelah kau meneliti Sistem Rasi Bintang sampai tuntas," jawab Lin Yang.
"Baik."
Lin Yang bangkit, menatap ke langit, "Pergilah. Seribu tahun lagi, biarkan aku melihat hasil karyamu."
Lin Yang memandang punggung Xi Rou dan Chi Yu yang pergi, lalu mengaktifkan lompatan ruang.
Lin Yang kembali ke tepi lubang hitam, mengeluarkan semua peralatannya. Kali ini, ia harus benar-benar menciptakan Sistem Supra-Dewa.
Seribu tahun kemudian, Lin Yang menatap bola putih di tangannya, perasaan puas memenuhi hatinya.
"Sungguh tak mudah!"
Butuh lebih dari empat ribu tahun baginya untuk menyalin sistem itu sepenuhnya.
Lin Yang membuka rantai data operasi inti sistem, mencari pengaturan emosi manusianya.
"Indeks humor delapan puluh persen, dalam hidup memang sebaiknya lebih banyak humor."
"Indeks kejujuran sembilan puluh persen, kejujuran mutlak belum tentu cara komunikasi yang paling licin atau paling aman."
Setelah selesai mengatur sistem, Lin Yang bersiap kembali ke halaman kecil, namun saat itu juga ruang di sekitarnya mendadak terdistorsi hebat, seolah sebuah tangan raksasa menggapainya.
Lin Yang segera mencoba melakukan lompatan ruang, tetapi ruang di sekitarnya seolah telah terikat, ia tak bisa bicara atau bergerak.
Nebula Malaikat, Galaksi WD323, planet keempat.
Sebuah pedang cahaya perak melayang di tengah para malaikat pria.
Tiba-tiba, seorang malaikat pria melihat kesempatan, mengangkat pedang dan menebas pedang perak yang baru saja melintas di sampingnya.
Namun, pada saat itu juga, pedang perak itu lenyap, tebasannya pun meleset.
Malaikat pria itu langsung siaga, menoleh ke sekeliling dengan waspada.
Tiba-tiba, ia terpana melihat sebilah belati perak menancap di dadanya.
Dug!
Malaikat pria itu ambruk, menjadi salah satu dari banyak mayat di medan pertempuran itu.
Di punggung bukit, Chi Yu menghitung rute dua puluh belati dengan jari-jarinya. Belati-belati itu muncul dan menghilang di medan perang, kadang tiba-tiba menancap di dahi malaikat pria, kadang berubah membentuk pedang panjang perak gelap.
Seperti tusuk sate, menembus tubuh para malaikat pria yang berbaris sejajar.
Pihak-pihak yang bertempur di medan perang ini sangat jelas: perang antara malaikat pria dan malaikat wanita.
Meski malaikat pria telah meneliti genetika, namun hanya segelintir dari mereka yang mampu menggunakan teknologi canggih.
Namun para malaikat pria yang bertugas di planet ini benar-benar kurang beruntung, tak satupun di antara mereka yang benar-benar ahli. Jenderal terkuat mereka pun hanyalah prajurit kasar yang cuma bisa menebas dengan pedang.
Tiba-tiba, sebuah tusuk konde emas muncul di medan perang, langsung menarik perhatian sang jenderal malaikat pria.
Tak heran, karena tusuk konde itu tepat mengarah padanya!
Sang jenderal segera mengepakkan sayap, terbang menghindar dari tusuk konde yang berkilauan tajam dan dingin itu.
Namun tusuk konde itu tak mengejarnya, melainkan berubah menjadi ribuan titik emas yang melesat ke arah semua malaikat pria yang ada.
Ketika menoleh, jenderal malaikat pria itu meludah, "Apa itu? Sungguh aneh!"
Saat itu juga, matanya memerah seperti hendak melompat keluar dari rongga. Ia melihat tubuhnya sendiri—tubuh tanpa kepala!
Kapan kejadiannya?
Begitu kepalanya jatuh ke tanah, pertanyaan itu takkan pernah terjawab olehnya.
Dug! Dug! Dug!
Mayat-mayat tumbang di medan perang semakin banyak.
Di saat itu, seorang malaikat pria yang cukup jauh dari lokasi kemunculan tusuk konde tadi berteriak marah, "Hati-hati dengan titik-titik cahaya emas itu, itu adalah pisau nano yang bisa berubah bentuk!"
Namun sia-sia, titik-titik cahaya emas itu tak bisa dicegah.
Salah satu titik emas terbang ke arah seorang malaikat pria, sepuluh meter sebelum menyentuhnya, titik itu pecah dan membentuk bumerang bermata dua setebal satu atom.
Bumerang itu menembus leher malaikat pria itu, satu jasad lagi tergeletak di tanah.
Chi Yu menarik kembali pedang perak gelapnya, lalu menoleh pada rekannya sambil bercanda,
"Xi Rou, kalau kau sudah turun tangan, kami jadi tak kebagian peran. Ngomong-ngomong, di mana saudari-saudari lainnya?"
"Kaisha dan yang lain butuh bantuan, jadi aku mengirim mereka ke sana."
Xi Rou memandang medan perang, tak ada satu pun malaikat pria yang masih berdiri, lalu menarik kembali tusuk konde Malam Terang yang terbuat dari emas gelap.
"Setelah kita bereskan medan perang, kita kembali ke halaman kecil."
"Baik, kali ini hasil kerjamu pasti akan sangat mengejutkan Gurumu."