Baru saja berhasil mengubah pria tampan berambut perak yang angkuh menjadi bocah kecil yang polos dan menggemaskan, kini aku dikejutkan lagi ketika menemukan bahwa guru yang sebelumnya tampak kasar dan berantakan, tiba-tiba berubah menjadi sosok bak dewa yang turun ke dunia. Awalnya, dengan memiliki guru sehebat itu, aku bisa berkelana di seluruh daratan tanpa takut pada siapa pun. Namun, lantaran tubuhku yang terkutuk itu, aku terpaksa harus bersikap rendah hati dan menyembunyikan kekuatanku. Jalan menuju keabadian sangatlah panjang dan penuh rintangan, mari kita saksikan bagaimana sang tokoh utama wanita menapaki takdirnya… Grup pembaca dan penggemar novel ini: 301916751
“Guru, dalam buku tertulis bahwa jika seseorang melakukan kultivasi ganda dengan pemilik Tubuh Sembilan Naga Sembilan Phoenix, tingkat kultivasi akan meningkat pesat. Jangan-jangan Anda menerima saya sebagai murid hanya untuk kultivasi ganda dengan saya?” Wajah muda dan polos Jiang Xiaoxue tampak penuh kewaspadaan.
“Menurutmu bagaimana? Apakah kau pikir gurumu ini akan tertarik pada gadis kecil bau kencur sepertimu?” Suara Suiyi terdengar santai namun juga tak bisa menahan tawa dan heran.
“Siapa tahu? Mungkin saja Anda memang sedang menunggu saya dewasa!” Jiang Xiaoxue menimpali.
Mendengar ucapan itu, yang ia terima malah sebuah jitakan keras. Suiyi mengetuk kepala murid kecilnya sambil berkata, “Hei, monyet kecil, apa saja sih yang ada di otakmu itu! Apakah menurutmu gurumu ini orang seperti itu?”
Jiang Xiaoxue mengusap kepalanya yang agak sakit, memandang punggung gurunya yang perlahan menjauh, dan tiba-tiba merasa ada kesedihan mendalam yang tak bisa hilang dari sosok itu. Seketika ia sadar, ucapannya barusan telah melukai hati gurunya. Gurunya bukan orang seperti itu.
Gurunya memang pemabuk, tipe yang tidak bisa hidup tanpa arak.
Selama hidup bersama guru beberapa waktu ini, ia lebih sering mabuk daripada sadar. Wajahnya selalu dipenuhi cambang liar, penampilannya acak-acakan, bahkan pakaiannya pun lusuh dan robek. Ia sama sekali tidak menyerupai seorang kultivator, lebih mirip pengemis biasa. Kesedihan dalam dirinya datang dari masa lalu, seolah ia menyimpan banyak kisah, namun tidak pernah bercerita kepada siapa pun, bahkan pada