Su Yu tiba-tiba terbangun di dunia baru, mewarisi sebuah toko obat tradisional yang hampir bangkrut. Demi menyelamatkan toko tersebut, ia mulai menjual produk lewat siaran langsung di platform video pendek. Namun, tak lama kemudian, ia menyadari sesuatu yang aneh terjadi. Obat penguat tubuh yang ia jual, "Pil Kuat", justru dianggap sebagai penyelamat bagi kaum pria oleh seluruh netizen! Dalam waktu singkat, "Pil Kuat" menjadi viral di seluruh internet! Saking populernya, satu pil saja sulit didapatkan! Netizen 1: Sejak memakai Pil Kuat, istri saya yang galak tak pernah lagi memarahi saya. Netizen 2: Setelah menggunakan Pil Kuat, saya bahagia, dia juga bahagia. Netizen 3: Jenderal bintang lima MacArthur berkata, demi kebahagiaan wanita, pria tidak boleh kekurangan Pil Kuat. Sejak saat itu, segalanya benar-benar berubah. Obat "Pil Ayam Hitam dan Burung Phoenix" yang ia jual, dianggap para wanita sebagai "harta karun saat menstruasi". Obat "Pil Sadar", dijadikan para pecinta buta sebagai obat sakti untuk mengenali pasangan brengsek. ...... Su Yu: "Eh, tunggu, sebenarnya toko obat tradisional ini benar-benar serius dan resmi, lho." o(╥﹏╥)o
Kota Selatan.
Sebuah toko obat tradisional.
Di aula utama Toko Lingzhi.
“Selesai sudah.”
“Aku benar-benar habis.”
Su Yu terbaring di kursi goyang, mengipas dengan kipas anyaman, benar-benar pasrah.
Bulan lalu, ketika dia sedang menonton film aksi di rumahnya, tiba-tiba dia terlempar ke dunia paralel ini dan mewarisi sebuah toko obat tradisional kecil yang hampir tutup.
Menjadi manajer toko, Su Yu awalnya penuh semangat dan percaya diri.
Dia merasa, sebagai salah satu dari banyak orang yang mengalami perjalanan lintas dunia, pasti bisa membalik keadaan dan membuat Toko Lingzhi berkembang pesat!
Dia juga tahu, dalam berbisnis harus mengandalkan waktu dan perlahan membangun reputasi.
Jadi...
Jika toko lain buka jam sembilan pagi, Su Yu sudah buka jam enam.
Toko lain tutup jam sepuluh malam, dia tutup jam dua belas malam.
Kerja keras bangun pagi dan tidur larut.
Sanggup menahan sepi.
Awal-awal tidak laku dan merugi itu wajar.
Namun seiring berjalannya waktu...
Toko pun benar-benar tutup~
Kini,
Su Yu menghadapi kenyataan pahit ini.
Satu bulan menjalankan toko obat.
Sewa toko tak sanggup dibayar.
Hutang ke pemasok delapan ratus ribu.
Gaji karyawan belum terbayar.
Pemilik ruko menagih sewa.
Pemasok menagih utang.
Semua ini membuat toko yang sudah di ujung tanduk jadi makin parah.
“Sungguh berat hidupku ini.”
Su Yu memijat pelipisnya, keringat dingin membasahi tubuhnya.
Sungguh rumit.
Harus bagaimana?<