Bab 128: Menyelesaikan Masalah

Menikah dengan Tuan Besar Setelah Masuk ke Dalam Novel Su Nian Yao 2295kata 2026-03-31 23:57:26

“Pembayaran yang terakhir belum kamu selesaikan sepenuhnya, sekarang kamu malah memintaku melakukan hal ini lagi?”

Orang di seberang telepon berbicara dengan nada tidak puas.

“Nanti uangnya akan segera dikirimkan kepadamu,” bisik Chen Yue.

“Jika uangnya tidak sampai, aku sama sekali tidak akan membantumu melakukan apa pun lagi. Lagipula, soal kejadian itu, aku juga akan…”

Orang di sana mulai mengancam Chen Yue.

“Aku sudah mengirimkan setengah uangnya, dan sisanya akan segera kukirimkan. Jangan sampai masalah ini bocor. Jika kamu bisa menjaga mulutmu, kita masih bisa terus bekerja sama. Tapi kalau tidak, jangan salahkan aku jika aku tidak segan-segan padamu!”

“Baik, baiklah. Aku hanya bercanda, segera kirimkan uangnya. Kalau uangnya sudah sampai, semua masalah bisa diselesaikan. Bagiku, hanya uang yang penting, hal-hal lain tidak pernah kupedulikan!”

“Nanti datanglah ke kafe di sebelah, kita bahas detailnya dengan baik. Jika kamu berhasil menyelesaikannya, aku akan memberimu lebih banyak uang.”

Chen Yue menutup telepon, namun hatinya diliputi kecemasan.

Ia menoleh ke belakang dengan gelisah, seolah takut ada yang mengikutinya. Jika ia tidak melakukan perbuatan keji, tentu ia tidak akan menunjukkan raut wajah seperti itu.

Melihat hal itu, Su Mian tidak bisa menahan diri untuk terus membuntuti. Lagi pula, tidak ada hal lain yang harus dikerjakan saat ini, dan Chen Yue tampak jauh lebih rumit daripada yang terlihat.

Sebelumnya, Su Mian memang sudah mencurigai Chen Yue. Namun, karena terlalu banyak urusan yang harus diselesaikan, ia tidak terlalu memikirkannya. Kini, kecurigaan itu terbukti nyata.

Su Mian mengikuti Chen Yue hingga ke sebuah kafe di dekat sana.

Chen Yue tampak sangat takut ketahuan; ia mengenakan topi bisbol dan berpakaian serba tertutup. Tak lama kemudian, terlihat seorang pria mencurigakan berjalan menghampirinya.

Agar tidak ketahuan, Su Mian memilih duduk tidak jauh dari sana untuk mengamati secara diam-diam.

“Apa uangnya sudah dibawa?” tanya pria itu langsung pada intinya.

Chen Yue mengeluarkan sebuah tas dan menyerahkannya kepada pria itu. Pria tersebut melirik ke dalam tas, dan wajahnya langsung menunjukkan raut kegirangan.

Tampaknya uangnya sudah terpenuhi.

“Masalah itu, kamu akan menyelesaikannya dengan tuntas, kan?” tanya Chen Yue. Suaranya sedikit bergetar saat mengucapkan kalimat itu.

“Waktu itu, kamu hanya memintaku mencelakai seorang wanita, jadi aku mengirim beberapa orang untuk memperkosanya. Tapi sekarang, kamu ingin aku melenyapkan para bajingan itu? Itu berarti beberapa nyawa taruhannya.”

Mendengar ucapan pria itu, otak Su Mian seakan meledak. Ia kehilangan kemampuan berpikir sejenak; kepalanya terasa kosong.

Mungkinkah kejadian itu…

Kejadian pemerkosaan yang menimpa Jiang Yingrong, apakah itu ulah Chen Yue?

Meskipun Su Mian sudah merasakan ada yang berbeda dengan Chen Yue, ia tidak menyangka wanita itu mampu melakukan perbuatan sekeji ini, bahkan sekarang ia berniat untuk membunuh?

“Aku tahu itu menyangkut banyak nyawa, tapi kelompok itu salah sasaran!”

Begitu menyebut hal ini, Chen Yue menjadi sangat marah. Awalnya, ia ingin membuat Su Mian hancur, namun tidak disangka korban sebenarnya justru Jiang Yingrong.

Meski merasa bersalah padanya, namun karena nasi sudah menjadi bubur, tidak ada lagi yang bisa dilakukan. Satu-satunya hal yang membuat Chen Yue merasa lega adalah Jiang Yingrong tidak menyalahkan orang lain, melainkan justru mengira bahwa pelakunya adalah Su Mian.

Itu bisa dibilang sebagai kesalahan yang berbuah manis bagi Chen Yue.

Namun, tidak lama setelah Chen Yue merasa bangga, ia mendapati ada orang yang mulai menyelidiki kasus tersebut. Jika tidak segera diselesaikan, ia bisa berakhir di penjara.

Ia melakukan semua ini demi popularitas dan agar namanya melambung tinggi. Jika kasus ini terbongkar, ia tidak hanya akan kehilangan karier sebagai bintang, tetapi juga harus mendekam di balik jeruji besi.

“Kamu harus melenyapkan mereka semua. Jika tidak, masalah ini bukan hanya menjadi urusanku, tapi juga urusanmu. Kalau aku masuk penjara, itu sama sekali tidak menguntungkan bagimu.”

Menghadapi ancaman itu, pria tersebut tidak merasa takut sedikit pun. Mungkin karena sudah terlalu lama berkecimpung di dunia hitam, ia justru tertawa mendengar ucapan Chen Yue.

“Kamu tidak perlu segugup itu. Sudah kukatakan, jika aku bilang bisa menyelesaikannya, maka pasti akan kulakukan. Sekarang kita sedang membicarakan harga, bukan? Meskipun para bajingan itu tidak memiliki keluarga atau teman, melenyapkan mereka cukup merepotkan. Lagipula, setelah selesai, aku harus pergi meninggalkan negara ini. Padahal, ini adalah negara tempatku hidup selama puluhan tahun…”

Mendengar ucapan pria itu, Su Mian tahu bahwa ia sedang meminta harga yang sangat tinggi.

“Kamu cukup sebutkan harga yang mampu kubayar, sisanya tidak perlu kuberitahu. Dan masalah ini… tidak perlu sampai harus mencabut nyawa orang, mungkin membawa mereka ke luar negeri juga bisa…”

Meskipun tahu bagaimana hasil akhirnya nanti, Chen Yue tetap berkata demikian dengan nada ragu.

“Jika ingin menyelesaikan masalah ini, kita harus membasminya dari akar. Lagipula, mereka sudah tidak berguna bagimu dan mereka telah melakukan kesalahan. Jika kamu berniat berbaik hati dan melepaskan mereka, bisa jadi mereka akan kembali lagi. Jika keberadaan mereka ditemukan orang lain, maka perbuatan kita berdua akan terbongkar…”

Wanita memang selalu memiliki hati yang lembut. Menghadapi situasi seperti ini, meskipun sangat ketakutan, ia tetap tidak sanggup melakukan tindakan sekejam itu.

“Tapi…” suara Chen Yue bergetar hebat karena takut.

“Bukankah sudah kukatakan, serahkan masalah ini padaku. Kamu hanya perlu memberiku uang yang cukup, dan aku akan benar-benar pergi dari hidupmu, membawa semua masalah itu, dan tidak akan pernah muncul di hadapanmu lagi.”

Pria itu melihat ketakutan Chen Yue, lalu mengajukan syarat tersebut.

“Kalau begitu, pastikan kamu menyelesaikannya dengan baik. Jika tidak ada jalan lain, tidak perlu sampai membunuh mereka…”

“Sudah, sudah, aku mengerti. Jadi, bisakah kamu memberiku angka ini?” pria itu berkata sambil membuka telapak tangannya.

“Lima juta?” pupil mata Chen Yue menyusut drastis.

“Bukankah ini hal yang sangat mudah bagimu? Untuk uang sekecil ini, kamu tidak pernah memikirkannya, bukan?”

Pria itu tidak tahu siapa sebenarnya Chen Yue, namun melihat betapa royalnya wanita itu, ia yakin uang sebanyak itu tidak akan menjadi masalah bagi Chen Yue.

Wajah Chen Yue tampak masam, namun demi menyelesaikan masalah ini, ia terpaksa mengangguk setuju.

“Pastikan kamu membereskannya dengan bersih!”