Bab 17: Jika Ada Kau, Tak Ada Aku
Su Mian menatap Gu Hongyun dengan sedikit tidak percaya, namun kemudian ia berpikir ulang, ternyata Chen Yue memang cukup lihai. Ia adalah seseorang yang sangat cerdas, hanya saja Su Mian tak pernah menyangka dia akan melakukan hal semacam itu.
Su Mian mengerutkan kening, menatap Gu Hongyun dengan sorot mata yang begitu rumit. Jika alur cerita tidak berkembang seperti ini, Chen Yue benar-benar tak berbeda dengan bunga teratai putih yang polos. Tetapi mengapa tiba-tiba Chen Yue berubah? Apakah karena dirinya berubah, sehingga cerita bergerak ke arah yang tak terduga?
Melihat Su Mian yang keningnya berkerut dalam, Gu Hongyun mengira Su Mian khawatir akan menjadi sasaran selanjutnya. Ia mendekat dan merangkul Su Mian ke dalam pelukannya. Kehangatan itu menjalar di sisi tubuhnya, sepasang tangan yang kuat melingkari pinggang Su Mian.
"Tenang saja, dia tidak pantas berada di satu perusahaan denganmu."
Mendengar ucapan itu, Su Mian spontan mendongak, menatap Gu Hongyun dengan mata membelalak tak percaya.
"Jangan-jangan kau melakukan sesuatu di balik layar?"
Sejak sesi wawancara, Gu Hongyun memang sudah meminta orang dalam untuk menggugurkan Chen Yue, agar di masa depan dia tidak membahayakan Su Mian. Melihat Gu Hongyun mengangkat alis dengan sikap santai, Su Mian tahu pasti Gu Hongyun telah melakukan sesuatu di belakangnya.
Su Mian masih saja mengerutkan kening. Ia sangat khawatir, kehadirannya akan membuat arah cerita menjadi sangat berbeda dari sebelumnya. Meski ia ingin lepas dari takdir lama, ia juga tak ingin mengubah nasib orang lain. Bagaimanapun, setiap orang punya jalan hidupnya sendiri, sementara Su Mian hanya ingin hidup dengan sederhana.
"Ada apa? Kau masih tampak tidak bahagia," suara berat Gu Hongyun membuyarkan lamunannya.
Ia menggeleng, menepis segala emosi rumit dalam pikirannya.
"Aku hanya merasa... rasanya sangat baik diproteksi seperti ini."
Gu Hongyun dikenal sebagai pria kejam dan dingin, itu adalah fakta yang diketahui semua orang. Namun kini, mereka menjalin hubungan sebagai kekasih, sehingga Gu Hongyun melindunginya sepenuh hati. Tapi, bagaimana jika suatu hari hubungan mereka berakhir? Kekhawatiran samar tersirat dalam mata Su Mian.
Sore itu, Su Mian kembali ke lokasi syuting. Kali ini, proses syuting hampir selesai, hanya tersisa beberapa adegan terakhir. Su Mian datang lebih awal ke lokasi. Dari kejauhan, ia melihat Gu Tingchen berdiri di sana.
Sepasang matanya yang hitam pekat mengarah pada Su Mian. Aura dinginnya sama sekali tidak cocok dengan musim panas. Sinar matahari yang menyilaukan perlahan turun, membuat suasana terasa pengap. Untunglah saat itu sudah sore, Su Mian pun beristirahat di depan sebuah tenda besar.
Sebenarnya, drama ini benar-benar berpotensi besar untuk sukses. Namun Su Mian sendiri tidak pernah memperhatikan serial televisi, jadi ia tak tahu bagaimana prospek drama ini ke depannya. Ia terus menunduk, mempelajari naskah, tanpa menyadari ada seseorang yang sudah berdiri di sampingnya.
"Su Mian! Kau lagi-lagi berbuat curang di belakangku, ya?"
Suara Chen Yue begitu lantang. Su Mian tak tahan, ia menutup telinganya, lalu berbalik dengan kening berkerut.
Chen Yue berdiri dengan tangan di pinggang, tampak siap bertengkar, menatap Su Mian dengan dingin.
"Apa?" Su Mian benar-benar tidak mengerti.
"Jangan berpura-pura bodoh! Kenapa aku yang digugurkan, sementara kau yang terpilih?" dada Chen Yue naik turun karena marah, matanya menatap Su Mian tanpa berkedip.
Oh, rupanya karena itu. Su Mian perlahan berdiri, bibirnya tersenyum tipis dan berjalan mendekati Chen Yue.
"Apa yang sudah kau lakukan, kau sendiri lebih tahu daripada orang lain."
Begitu kata-kata itu terlontar, wajah Chen Yue langsung berubah.
"Aku... aku tidak tahu maksudmu..." jelas-jelas ia sedang merasa bersalah. Ia menunduk, tak berani menatap mata Su Mian, pandangannya gelisah, jelas sekali ia sedang ketakutan.
"Aku tidak akan mengusik orang yang tidak mengusikku. Tapi kalau seseorang mengusikku, aku akan membalasnya berkali lipat."
Tatapan Su Mian perlahan berubah dingin.
"Aku tahu mungkin dulu aku pernah melakukan hal yang membuatmu tidak senang, tapi semua itu sudah berlalu, sama seperti perbuatanmu di masa lalu, semuanya sudah impas."
Setelah berkata demikian, Su Mian melewatinya, kembali ke tempat duduk. Ia tidak akan membiarkan dirinya dipermainkan orang lain. Kali ini, apa yang dilakukan Chen Yue ia anggap sebagai balasan atas perbuatannya dulu.
Chen Yue menatap Su Mian dengan enggan. Entah mengapa, ia merasa Su Mian kini sangat berbeda. Dulu Su Mian selalu keras kepala dan sombong, namun sekarang meski tampak tenang, ucapannya justru membuat bulu kuduk merinding.
Tampaknya, Su Mian sudah tahu apa yang ia lakukan. Su Mian memang terkenal tidak akan melepaskan siapa pun yang menyakitinya. Entah bagaimana Su Mian akan membalasnya?
Dengan hati penuh kekhawatiran, Chen Yue mendekati Gu Tingchen. Tatapan Gu Tingchen jatuh pada wajah cemas Chen Yue.
"Ada apa?"
"Aku... aku merasa Su Mian akan berbuat sesuatu yang membahayakanku."
Ia tidak bicara sembarangan, hanya saja ia tidak berani mengakui perbuatannya kepada lelaki di depannya ini.
Gu Tingchen mengerutkan dahi. Ia sudah melihat interaksi dua perempuan itu tadi. Su Mian memang banyak berubah akhir-akhir ini, namun sifat dasar seseorang sulit berubah. Dulu ia sudah berbuat banyak hal, mungkin saja di masa depan ia akan terus mengganggu Chen Yue.
"Tenang saja, selama aku ada, aku tidak akan membiarkan dia menyakitimu."
"Ya," Chen Yue spontan melangkah lebih dekat, baru hendak mengulurkan tangan, namun Gu Tingchen sudah berjalan cepat melewatinya, mendekati Su Mian.
"Tingchen..."
Suaranya tercekat di tenggorokan, kecil seperti suara nyamuk. Entah sejak kapan, ia mulai merasa tak percaya diri dan gelisah di hadapan Gu Tingchen.
Gu Tingchen berdiri di belakang Su Mian.
"Aku sarankan, jangan macam-macam pada Chen Yue."
"Kau ini tidak ada habisnya! Kau tidak lelah mengulang-ulang hal yang sama? Aku saja sudah bosan mendengarnya!" Su Mian menoleh, menatap Gu Tingchen dengan jengkel.
"Memangnya aku tidak punya kerjaan lain sampai setiap hari harus mengganggu Chen Yue-mu itu? Aku gila apa!"
Su Mian benar-benar merasa Gu Tingchen selalu memusuhinya, setiap bicara selalu menyindir. Ia bahkan sudah berniat keluar dari kehidupan mereka, apa lagi yang mereka mau?
Tetapi, memang benar, dirinya di masa lalu pernah bersikap keterlaluan. Mengingat hal itu, Su Mian menarik napas dalam-dalam, dan saat menatap Gu Tingchen lagi, matanya sudah sangat tenang.
"Begitu drama ini selesai, aku akan menghilang selamanya dari hidup kalian berdua. Lain kali syuting, kalian saja, aku tidak akan ada lagi."