Bab 104 Jatuh ke Air

Menikah dengan Tuan Besar Setelah Masuk ke Dalam Novel Su Nian Yao 2515kata 2026-03-31 23:57:11

"Aaa!" teriak Jiang Yingrong. Dia sama sekali tidak menyangka Su Mian akan tiba-tiba mendorongnya, sehingga dia tidak sempat bersiap-siap!

Terlebih lagi, dia sama sekali tidak bisa berenang!

Kejadian ini seketika membuat semua orang terkejut.

"Ma-maaf..." Su Mian segera membungkuk meminta maaf dengan wajah panik dan serbasalah. "Aku... aku tidak sengaja. Apa aku mendorongmu terlalu keras...?"

Mendengar ucapan itu, rasa terkejut di wajah sutradara menghilang. Dia segera meneriakkan kata "Cut!", lalu menyuruh kru untuk membantu Jiang Yingrong yang tercebur ke air naik ke darat.

"Tidak apa-apa, Su Mian. Adegan barusan belum lolos. Kalian coba sekali lagi, tapi kali ini perhatikan kekuatanmu."

Sutradara itu cukup ramah. Dia menyuruh asistennya membawakan handuk untuk Jiang Yingrong. Setelah Jiang Yingrong mengeringkan rambutnya, syuting pun dilanjutkan.

Setelah berhasil naik, Jiang Yingrong terbatuk-batuk karena sempat tersedak air beberapa kali.

Tidak ada yang melihat kilatan kebencian yang mendalam di mata Jiang Yingrong!

Su Mian sialan! Dia pasti sengaja melakukannya!

Jiang Yingrong yang memang sudah menyimpan dendam lama, kini ditambah lagi dengan kebencian baru. Saat menatap Su Mian, dia sangat ingin wanita itu mati saat ini juga!

"Jiang Yingrong, apa kamu sudah siap di sana?"

Saat Jiang Yingrong sibuk merencanakan pembalasan di dalam hatinya, sutradara sudah mulai mendesaknya dari kejauhan.

Jiang Yingrong terpaksa segera mengendalikan ekspresi wajahnya. Dia mendongak sambil tersenyum lembut dan berkata, "Sudah siap, Sutradara."

"Kalau begitu, cepat bersiap!"

Begitu sutradara memberi aba-aba, Jiang Yingrong langsung berdiri di posisi semula. Sembari menunggu kru mengangkat papan pemantul cahaya, dia segera bersiap dengan posisi untuk jatuh ke air.

Melihat hal itu, sudut bibir Su Mian terangkat membentuk senyum penuh arti. Dia mengulurkan tangannya, dan seperti sebelumnya, mendorong Jiang Yingrong dengan keras!

Sekali lagi, dia tercebur ke air!

Air memercik ke segala arah.

Kali ini Su Mian memperhatikan arah dorongannya. Di mata sutradara, itu tidak terlihat seperti dorongan yang terlalu keras dari Su Mian, melainkan Jiang Yingrong yang kurang memperhatikan posisi jatuhnya.

"Su Mian, kau!"

Jiang Yingrong berteriak murka. Begitu dia jatuh ke air, kru segera turun untuk menyelamatkannya. Dia merangkul leher petugas penyelamat itu sambil mengacungkan jarinya dengan marah ke arah Su Mian.

Su Mian tampak terkejut dan berkata dengan nada bersalah, "Yingrong, ini bukan salahku. Aku sudah mendorongmu dengan sangat pelan."

Mendengar ini, sutradara juga menimpali, "Su Mian tidak salah. Jiang Yingrong, posisimu yang salah."

Mendengar perkataan sutradara, mata Jiang Yingrong membelalak lebar, dan kemarahan mulai menumpuk di lubuk hatinya.

Namun, karena ada banyak orang di sana dan semua mata tertuju pada mereka, dia tidak bisa begitu saja melampiaskan amarahnya pada Su Mian.

Oleh karena itu, mereka melakukan pengambilan gambar sekali lagi.

Tercebur.

Naik ke darat.

"Ulangi sekali lagi."

"Ulangi lagi!"

Su Mian terus mengubah cara mendorongnya, sengaja membuat Jiang Yingrong tidak bisa mengambil posisi jatuh yang benar. Dia terus-menerus mendorong Jiang Yingrong ke dalam air, tetapi tidak ada satu pun adegan yang berhasil lolos.

Menjelang akhir, bahkan sutradara pun mulai kehilangan kesabaran. Su Mian merasa aksinya sudah cukup; jika dia terus mendorongnya lagi, semua orang mungkin akan mulai curiga.

Memikirkan hal itu, Su Mian bersiap untuk melakukan pengambilan gambar terakhir ini dengan serius.

"Istirahat sebentar!"

Tepat pada saat itu, sutradara menyerukan jeda.

Jiang Yingrong duduk di atas batu buatan di pinggir kolam, tatapannya dipenuhi kebencian yang mendalam terhadap Su Mian.

Kini dia sadar sepenuhnya bahwa adegan tadi, di mana dia terus-menerus tercebur, sepenuhnya adalah ulah Su Mian sendiri!

Meskipun setiap kali mendorongnya, Su Mian selalu meminta maaf dengan wajah memelas dan bersalah, Jiang Yingrong tahu betul bahwa itu semua hanyalah sandiwara!

Su Mian sengaja melakukannya!

Menyadari hal ini, amarah akibat berkali-kali tercebur ke air dan dendam di dalam hatinya menyatu, membuat dadanya kembang kempis menahan murka.

Tepat pada saat itu, sutradara berjalan menghampiri Jiang Yingrong dan berkata, "Jiang Yingrong, ada apa denganmu? Hanya adegan jatuh ke air saja harus memakan waktu selama ini."

Nada bicara sutradara terdengar tidak sabar, jelas merasa bahwa Jiang Yingrong membuang-buang waktu semua orang.

"Sutradara, aku..."

Jiang Yingrong ingin menjelaskan dan berniat melimpahkan kesalahan ini kepada Su Mian, mengatakan bahwa Su Mian sengaja melakukannya...

"Sutradara," Su Mian berjalan mendekat dan memotong ucapan Jiang Yingrong.

"Sutradara, ini adalah adegan kami berdua. Jika adegan ini tidak lolos, setengahnya juga karena kesalahanku."

Su Mian tersenyum meminta maaf lalu melanjutkan, "Sutradara, tolong beri kami satu kesempatan lagi. Kami baru pertama kali beradu peran, jadi wajar jika butuh penyesuaian. Beri kami kesempatan terakhir, kami pasti bisa menyelesaikannya dalam sekali coba."

Mendengar jaminan dari Su Mian, raut wajah sutradara baru terlihat sedikit membaik.

"Kalau begitu, cepatlah bersiap-siap. Kita akan mulai syuting sebentar lagi!"

Sutradara meninggalkan kata-kata itu lalu beranjak pergi.

Melihat Jiang Yingrong yang basah kuyup dan tampak kacau, hati Su Mian terasa sangat gembira.

"Maaf ya, Yingrong. Aku juga tidak menyangka adegan jatuh ke air saja bisa memakan waktu selama ini."

Su Mian menundukkan kepalanya dan membungkuk sedikit dengan raut wajah penuh penyesalan, lalu menatap Jiang Yingrong yang ada di hadapannya.

Jiang Yingrong yang memang sudah sangat kesal, tidak hanya disalahkan oleh sutradara, tetapi dia juga merasa bahwa semua ini sepenuhnya adalah kesalahan Su Mian!

Yang paling menyebalkan adalah Su Mian memotong ucapannya tadi, membuatnya bahkan tidak memiliki kesempatan untuk menjelaskan!

Demi menjaga citranya dan mempertahankan hubungan baik di permukaan dengan Su Mian, Jiang Yingrong terpaksa berpura-pura murah hati, tersenyum tipis, dan berkata, "Tidak apa-apa, aku juga..."

Namun, begitu mendongak, Jiang Yingrong dengan jelas melihat kilatan ejekan dan provokasi di mata Su Mian!

Dalam sekejap, Jiang Yingrong memahami segalanya.

Pantas saja adegan ini tidak pernah lolos. Su Mian sengaja memasang wajah penuh penyesalan dan berpura-pura polos bagai teratai putih, agar semua orang berpikir bahwa dialah penyebab semua kemacetan ini!

Ternyata semua ini adalah rencana yang sudah dipersiapkan Su Mian sejak awal!

"Kau sengaja melakukannya!"

Mata Jiang Yingrong seketika membelalak lebar, dan dia berbisik dengan suara rendah yang tajam.

Tidak hanya itu, Jiang Yingrong juga merasa tidak percaya!

Bukankah Su Mian biasanya selalu terlihat lugu dan jujur? Bagaimana bisa dia tiba-tiba menunjukkan wajah licik seperti ini!

Su Mian tersenyum dan berkata, "Kalaupun aku sengaja, memangnya kenapa? Apa kau tidak sadar dengan apa yang sudah kau lakukan padaku sebelumnya?"

Mendengar kalimat ini, kemarahan di dalam hati Jiang Yingrong seketika meledak hingga ke puncaknya. Kebenciannya tumbuh begitu besar hingga tidak bisa lagi dia kendalikan!

"Dasar jalang!"

Jiang Yingrong tidak bisa lagi menahan dirinya dan meledak di tempat. Dia memaki Su Mian dengan suara rendah.

Kata-katanya sangat kasar dan kotor.

Sementara itu, suasana hati Su Mian sangat baik. Dia berhasil membalas dendam dan mengerjai Jiang Yingrong. Dia merasa tidak ada hari lain yang membuatnya sebahagia hari ini.

"Saat kau melakukan semua hal itu padaku dulu, apa kau tidak pernah berpikir akan mendapatkan balasannya?" Su Mian mengangkat bahu dengan acuh tak acuh. Dia hanya merasakan kepuasan yang luar biasa!

"Ayo mulai syuting! Mulai!"

Saat itu, sutradara sudah mulai berteriak memanggil mereka.

Mau tidak mau, Jiang Yingrong harus menahan dirinya. Dia mengertakkan gigi, menatap Su Mian dengan mata yang memerah karena marah. Membayangkan dia harus didorong sekali lagi oleh wanita ini membuat kemarahannya membubung tinggi.

"Action!"

Su Mian tersenyum dan mengulurkan tangannya untuk mendorong Jiang Yingrong. Namun, di luar dugaan, Jiang Yingrong tiba-tiba mengamuk. Dia mencengkeram lengan Su Mian dan menariknya, lalu balik mendorong Su Mian hingga tercebur!