Bab 78: Gosip Terulang Kembali

Menikah dengan Tuan Besar Setelah Masuk ke Dalam Novel Su Nian Yao 2245kata 2026-02-08 13:11:54

“Jangan-jangan kamu meremehkan aku?”
“Apa?”
Pertanyaan yang datang tiba-tiba membuat Su Mian sedikit bingung.
“Maksudku penyakit jantung bawaan yang aku miliki. Setiap orang yang mengetahui penyakitku akan langsung merendahkan aku, karena tubuhku memang sangat lemah. Meski dari luar terlihat tak berbeda dengan orang biasa, kenyataannya aku begitu rapuh... bahkan kekuatanku kalah dengan perempuan…”
Mendengar ucapan itu, Su Mian melangkah ke depan, menatap Liu Tingyuan dengan dingin.
“Kamu bilang aku meremehkanmu, itu hanya pikiranmu sendiri. Menurutku justru kamu meremehkan perempuan. Sekalipun kekuatanmu kalah dari perempuan, apa salahnya? Ada juga perempuan yang kuat. Lagipula, kamu bisa memilih untuk tidak melakukan pekerjaan fisik. Kenapa harus memaksakan diri? Cukup lakukan hal yang kamu inginkan, itu sudah cukup. Itu juga bakatmu, orang lain pun belum tentu bisa melakukannya.”
Liu Tingyuan tidak menyangka Su Mian akan berkata seperti itu, dia terdiam menatap Su Mian.
“Aku tahu, memiliki penyakit seperti ini memang sulit diterima oleh siapa pun. Aku juga tahu tak ada cara untuk menghiburmu, perasaan seperti itu bisa aku rasakan juga. Bukan sekadar ucapan, aku benar-benar bisa mengerti. Jadi, apapun yang terjadi, jangan pernah menyerah pada dirimu sendiri. Tak peduli apa yang orang lain pikirkan, yang penting kamu punya prinsip dan keyakinan sendiri.”
Su Mian selalu merasa dirinya orang yang sangat optimis, namun itu hanya pemikiran pribadi. Sampai suatu hari, dia dihina oleh seseorang. Sebenarnya, hatinya juga terasa tidak nyaman.
“Apa yang aku katakan semuanya benar. Aku juga tidak meremehkan perempuan, itu hanya perumpamaan saja.”
Liu Tingyuan tersenyum tipis.
“Sudahlah, jangan dipikirkan lagi. Barusan kamu benar-benar membuatku terkejut. Aku tidak tahu kamu punya penyakit seperti ini. Kalau aku tahu dari awal, pasti aku minta asistennya menjaga kamu dengan hati-hati.”
“Asistenku tadi bilang ada urusan, jadi dia pergi dulu. Sebenarnya penyakitku tidak terlalu bermasalah. Mungkin akhir-akhir ini aku terlalu banyak berpikir, makanya tubuhku sedikit lemah…”

Entah kenapa, saat Liu Tingyuan mengatakan itu, wajahnya tampak tidak enak. Mungkin dia sedang mengalami sesuatu. Setiap orang pasti punya masalah tersendiri, jadi Su Mian merasa tak perlu lagi bertanya. Dia hanya menatap Liu Tingyuan sejenak lalu tersenyum.
“Kamu istirahat saja di sini. Aku akan pergi dulu. Sudah larut, rasanya tidak pantas aku lama-lama di kamar kamu…”
Setelah mengatakan itu, Su Mian mengangkat bahu, berbalik hendak pergi. Namun, setelah berpikir ulang, jika Liu Tingyuan dibiarkan sendiri di sini, bisa saja terjadi sesuatu yang berbahaya. Kondisi kesehatannya tidak baik, kalau tidak ada yang menjaga, mungkin saja nyawanya terancam.
Setelah berpikir panjang, Su Mian akhirnya membalikkan badan, mendekati Liu Tingyuan dan meminta nomor WeChat-nya.
“Kurasa kamu sebaiknya tambah WeChat-ku. Kalau terjadi sesuatu, kamu bisa langsung menghubungiku. Asistenmu belum tentu cepat kembali. Kalau ada masalah, cari aku saja. Aku juga tidak sibuk di sini. Kita datang ke sini memang untuk bersantai, jangan sampai terjadi sesuatu yang tak diinginkan…”
Su Mian berusaha menjelaskan. Ia khawatir Liu Tingyuan salah paham tentang maksudnya meminta WeChat.
Su Mian merasa dirinya tidak bermaksud apa-apa, namun orang lain belum tentu berpikir demikian. Apalagi Su Mian punya reputasi yang mungkin sudah terbentuk di benak orang lain.
“Baiklah, kalau memang ada masalah, aku akan menghubungimu.”
Setelah keduanya saling menambah kontak WeChat, Su Mian pun menutup pintu dan pergi.
Sesampainya di kamar, Su Mian masih merasa khawatir. Awalnya ia ingin memberitahu sutradara, tapi karena Liu Tingyuan sudah meminta agar hal ini tidak diketahui orang lain, akhirnya Su Mian memutuskan tidak membocorkan rahasia itu. Kalau sampai ia melanggar, berarti ia mengingkari janji sendiri.
Malam itu, Su Mian tidur dengan gelisah.
Ia khawatir pada Liu Tingyuan, tapi juga tidak bisa mengirim pesan WeChat. Kalau saat ini ia mengirim pesan, akan terasa terlalu intim. Hubungan mereka hanya sebatas rekan kerja, Su Mian juga tidak ingin terlalu dekat dengan Liu Tingyuan. Apalagi kalau Gu Hongyun sampai tahu, pasti akan jadi masalah baru.
Sepanjang malam, Su Mian beberapa kali menatap ponsel, sesekali terbangun untuk mengecek apakah ada pesan masuk. Setelah memastikan tidak ada pesan, barulah ia bisa tidur dengan tenang. Hingga pagi tiba, Su Mian membuka ponsel dan mendapati tidak ada satu pun pesan di WeChat, barulah ia merasa sedikit lega.

Bagaimanapun, mereka berada di satu lokasi syuting, tempat tinggalnya pun tidak berjauhan. Jika semalam benar-benar ada masalah, pasti sudah ada yang berteriak. Jadi, semalam sepertinya tidak terjadi apa-apa.
Baru saja Su Mian merasa lega, ia membuka Weibo dan langsung terkejut.
“Su Mian masuk kamar bintang pria ternama, lama tak keluar!”
“Mengejutkan, pacar Su Mian ternyata dia!”
“Su Mian ternyata seperti itu!”
Beragam judul sensasional memenuhi laman utama, dan ketika Su Mian melihat foto-foto itu, ia benar-benar tak tahu harus berkata apa.
Tak disangka, para wartawan begitu lihai, bahkan di tempat seperti ini pun mereka bisa memotret diam-diam. Parahnya, foto-foto itu diambil dengan pose yang sangat ambigu. Padahal hubungan mereka tak ada apa-apa, namun diberitakan besar-besaran sehingga di mata orang luar, mereka seolah pasangan terlarang.
Dada Su Mian bergejolak marah, ia yang memang punya kebiasaan bad mood saat bangun tidur, hampir saja membanting ponsel. Namun, ia menahan diri dan meletakkan ponsel perlahan. Saat seperti ini, tidak boleh kehilangan kendali. Hal seperti ini sudah sering terjadi, Su Mian sudah terbiasa, hanya saja ia tidak menyangka perbuatan baiknya kemarin malah diberitakan seperti itu.
Siapa pun pasti akan marah.
Saat itu, Su Mian mendapat telepon dari Feng Qing.
“Aduh, nenekku yang satu ini, bukankah kamu pergi ke pemandian air panas? Kenapa lagi terjadi hal seperti ini? Bisakah kamu sedikit tenang? Masalah yang kemarin baru saja selesai!”