Bab 15 Sosok di Balik Layar
“Seret keluar dalang utama di balik ini, aku ingin lihat, siapa yang berani menyentuh wanitaku?”
Asisten awalnya ingin memberitahu bosnya bahwa hubungan antara dia dan Su Mian belum diumumkan ke publik, tetapi melihat wajah Gu Hongyun yang muram, ia pun terpaksa menutup mulut dan segera menjalankan perintah.
Setelah Fang Heng mendengar berita itu, ia langsung memanfaatkan situasi. Ia memerintahkan anak buahnya untuk menyebarkan berbagai aib masa lalu Su Mian.
Warganet pun tidak mau kalah, mulai menggali berbagai rumor lama tentang Su Mian. Dalam sekejap, dunia maya dipenuhi kabar miring tentang dirinya.
Memang, Su Mian pernah melakukan beberapa hal buruk di masa lalu, namun semua itu bukan ulahnya sendiri.
Masa lalu tak bisa diubah. Kini Su Mian pun tak punya solusi lain, hanya bisa menyaksikan satu demi satu rumor buruk itu bermunculan, sampai-sampai ia sendiri tak yakin apakah semua itu benar adanya atau hanya karangan belaka.
Ketika fitnah telah tersebar, siapa pun akan percaya itu sebagai kebenaran.
Meski Su Mian berdiri dan berteriak membela diri, tak akan ada yang mempercayainya.
Su Mian mengerutkan kening, berpikir keras bagaimana menghadapi situasi ini.
Ia tak sadar ada seseorang yang kini berdiri di sampingnya.
“Su Mian.”
Suara dingin terdengar di atas kepalanya.
Ia mendongak, berjumpa sepasang mata yang menatap tajam.
“Gu Tingzhen?”
Su Mian berkedip pelan.
“Di internet itu…”
“Benar, aku memang wanita jahat yang tak tahu malu, dan kini karma menghampiriku. Kau tak perlu lagi menambah lukaku, kan!”
Belum sempat Gu Tingzhen menyelesaikan kalimatnya, Su Mian sudah meliriknya dengan kesal.
Sebenarnya ia ingin berbicara dengan tenang, tapi pria di hadapannya ini selalu saja membuntutinya, membuatnya tak tenang.
Syuting sebentar lagi selesai, Su Mian sama sekali tak ingin mencari perkara.
Selesai berkata demikian, Su Mian pun ingin pergi, namun pergelangan tangannya ditahan.
Ia menoleh, menatap Gu Tingzhen dengan dingin. “Apa maksudmu?”
“Jika kau sadar akan kesalahanmu, sebaiknya adakan konferensi pers.”
Itulah satu-satunya solusi yang terpikir oleh Gu Tingzhen.
Jika membiarkan hal ini berkembang, Su Mian bisa saja terpuruk dan tak akan mampu bangkit lagi.
Bagi seorang artis, ini adalah pukulan yang menghancurkan segalanya.
Su Mian menyunggingkan senyum sinis dan segera melepaskan tangannya dari genggaman Gu Tingzhen.
“Apa hubungan kita? Urus saja urusanmu sendiri!”
Dengan marah Su Mian meninggalkan tempat itu tanpa menoleh lagi.
Namun, semakin ia pikirkan, semakin marah jadinya. Ide macam apa itu? Jika benar ia mengadakan konferensi pers dan meminta maaf seperti saran Gu Tingzhen, bukankah itu justru membenarkan semua tuduhan di internet?
Itu malah memuaskan keinginan orang di balik layar!
Tidak, ia tidak akan sebodoh itu untuk masuk ke dalam perangkap musuh.
Tapi bagaimana cara menyelesaikan masalah ini, ia masih perlu memikirkannya matang-matang.
Awalnya ia mengira masalah ini akan terus berlarut-larut, namun tak disangka, keesokan harinya semua berita itu lenyap tanpa jejak.
Justru berita lain yang menduduki puncak utama!
Mata Su Mian membelalak tak percaya saat melihat isi berita utama itu.
Bukankah itu peristiwa kemarin saat ia ditarik oleh Gu Tingzhen?
Padahal kemarin ia sudah bicara dengan emosi, namun diambil gambar oleh orang yang berniat buruk hingga suasananya tampak begitu intim.
Sial! Dalang di balik layar ini sungguh kejam!
Baru saja satu badai berlalu, kini badai lain datang menghantam.
Telepon Su Mian pun nyaris meledak karena panggilan masuk. Asistennya terus menelepon, tapi Su Mian hanya melirik sekilas dan memilih mematikan ponselnya.
Ia sendiri terbaring diam di ranjang hotel, menatap kosong ke langit-langit, entah apa yang ada di benaknya.
Saat sedang melamun, tiba-tiba terdengar suara ledakan keras.
Dentuman itu membuat Su Mian terlonjak dari tempat tidur.
Apa ada sesuatu yang meledak?
Dengan dahi berkerut, Su Mian keluar kamar dan langsung berpapasan dengan Gu Hongyun yang berwajah kelam.
Melihat wajah Gu Hongyun, Su Mian tahu ia pasti sudah melihat berita utama itu.
“Apa sebenarnya yang terjadi antara kau dan Gu Tingzhen?”
Gu Hongyun bertanya tanpa basa-basi.
Ia mendekat perlahan, membuat Su Mian gugup tak berkutik.
“Dengarkan penjelasanku.”
Su Mian pun menceritakan semua kejadian kemarin pada Gu Hongyun. Namun raut wajah Gu Hongyun sama sekali tak membaik, justru tampak ragu.
“Serius? Kalau orang lain tidak percaya, aku masih bisa maklum, tapi kau juga tidak percaya padaku?”
“Lalu bagaimana kau jelaskan foto-foto ini?” Gu Hongyun langsung melemparkan ponselnya pada Su Mian.
Dengan tergesa-gesa Su Mian meraih ponsel itu dan melihatnya. Benar-benar keterlaluan! Foto-foto yang ditampilkan di berita utama itu jauh lebih intim dari yang ia lihat sebelumnya.
Dengan nada penuh keluhan, ia mendekati Gu Hongyun dan menjelaskan, “Itu semua hanya hasil mereka mencari sudut pengambilan gambar! Aku sama sekali tidak punya hubungan apa-apa dengan Gu Tingzhen.”
Mendengar penjelasan Su Mian, wajah Gu Hongyun perlahan melunak. Ia merangkul kepala Su Mian, memaksanya menatap matanya langsung.
“Ingat baik-baik aturanmu, jangan bermain di dua perahu!”
Mendengar peringatan Gu Hongyun, Su Mian pun mengangguk berulang kali.
Mana berani ia bermain api? Bila sampai pria ini tahu, bukankah ia akan dihabisi tanpa ampun?
Membayangkannya saja sudah membuat bulu kuduknya merinding.
Tatapan Su Mian yang lembut seperti cahaya rembulan, berkilau seperti bintang, menatap Gu Hongyun dengan penuh keyakinan dan kesungguhan.
Sesaat, sesuatu seperti larut dalam tatapan Su Mian.
Gu Hongyun pun sempat terhenyak.
Di saat itu pula, telepon dari sekretaris masuk.
“Bos, kami sudah menemukan siapa dalang di balik semua ini, Fang Heng.”
“Lagi-lagi dia.”
Wajah Gu Hongyun kembali menggelap.
“Ada apa?” tanya Su Mian dengan hati-hati.
“Dalang di balik semua ini sudah ditemukan, Fang Heng.”
“Dia memang tidak pernah kapok!” Su Mian langsung naik pitam.
“Kalau begitu, biar dia kapok sekarang.” Suara Gu Hongyun yang dingin dan berat membuat hati Su Mian bergetar tipis.
Selama ini, ia selalu terbiasa menyelesaikan masalah sendiri.
Namun sejak mengenal Gu Hongyun, ia merasa dirinya kian lemah.
Anehnya, perasaan ini justru membuat hatinya hangat dan nyaman.
Gu Hongyun bergerak cepat. Perusahaan Fang yang selama ini selalu bekerja sama dengan perusahaannya, kini hubungan itu langsung diputus secara sepihak oleh Gu Hongyun.
Padahal perusahaan Fang sangat bergantung pada perusahaan milik Gu Hongyun. Walau Gu Hongyun bersedia membayar ganti rugi karena membatalkan kerja sama, kerugian perusahaan Fang tetaplah sangat besar.
“Apa-apaan ini, kenapa tiba-tiba Gu Hongyun membatalkan kerja sama!” Ayah Fang murka.
Fang Heng baru saja masuk dan mendengar kemarahan ayahnya.
Hatinya langsung gelisah, jangan-jangan semua perbuatannya sudah diketahui oleh Gu Hongyun?
Memang, Gu Hongyun punya pengaruh yang luas, pasti sudah ketahuan olehnya.
“Ayah, meskipun kita tidak lagi bekerja sama dengan perusahaan Gu Hongyun, bukankah kita tidak terlalu rugi? Toh dia juga sudah membayar banyak uang ganti rugi pada kita.”
Mendengar ucapan anaknya, ayah Fang langsung memarahinya habis-habisan, menganggapnya berpikiran sempit.