Bab 72: Menaklukkan Industri Medis dan Pemutihan Kulit dengan Segala Cara!
“Benar juga! Ada Su Yu! Ada Balai Jamur Dewa!”
“Bagaimana bisa aku lupa orang sehebat itu!”
“Aku benar-benar bodoh!”
Xie Liren menepuk-nepuk kepalanya yang licin, wajahnya tampak agak bersemangat.
Su Yu bahkan bisa meracik Pil Pembersih Kanker.
Memintanya membuat obat untuk industri perawatan kulit, bukankah itu hal yang sangat mudah?
Mata Xie Liren berbinar bangga, “Aku harus bicara dulu dengan atasan, hehe.”
Sekretaris di sampingnya hanya bisa tersenyum kecut.
Ia tahu, atasannya ini akan mulai pamer lagi.
Tak lama kemudian.
Xie Liren langsung menuju pintu kantor Kepala Shen Haihua di lantai enam, lalu mengetuk pintu.
Sebuah suara terdengar dari dalam, “Masuklah.”
Xie Liren tersenyum lebar, mendorong pintu dan masuk.
Setelah masuk ke dalam, ia langsung duduk di sofa, menyilangkan kaki dan menampilkan ekspresi penuh percaya diri.
Kepala Shen Haihua mengangkat alis, “Ada apa? Kepala Xie, kabar baik apa yang kau bawa kali ini?”
Ia tahu benar watak Xie Liren—begitu ada kabar baik, pasti ingin pamer.
Xie Liren menjawab dengan bangga, “Begini. Aku telah menemukan cara untuk menekan industri kosmetik dan perawatan kulit dari Barat.”
Shen Haihua berkata, “Coba jelaskan.”
Xie Liren tak lagi berbelit-belit, ia pun memaparkan idenya.
“Begini, Balai Jamur Dewa kan sudah meneliti Pil Pembersih Kanker yang bisa menyembuhkan kanker, bukan? Kenapa tidak meminta Balai Jamur Dewa untuk menaklukkan industri kosmetik dan perawatan kulit, lalu menekan arogansi para Barat itu? Biar mereka tahu betapa ampuhnya produk kosmetik dan obat-obatan dari negeri kita.”
Tiongkok, dengan sejarah lima ribu tahun.
Selama kurun waktu itu, telah lahir para kecantikan legendaris seperti Yang Yuhuan dan Xi Shi.
Cinta akan kecantikan adalah naluri wanita Tiongkok.
Kosmetik dan perawatan kecantikan di Tiongkok juga memiliki sejarah yang sangat panjang.
Bisa dilacak sejak masa Dinasti Xia, Shang, dan Zhou.
Dulu, sudah ada pemakaian bedak dan pemerah pipi, dengan kulit putih sebagai simbol kecantikan. Ada juga yang menumbuk bunga-bungaan berwarna menjadi jus, lalu diolah sederhana menjadi pemerah pipi yang menarik.
Seni membentuk alis pun berkembang pesat, dengan berbagai gaya.
Tak hanya itu.
Mereka juga ahli menggunakan obat-obatan alami untuk memutihkan kulit, melembapkan, dan menghambat penuaan.
Dalam urusan kosmetik dan pemutihan, Tiongkok benar-benar punya ciri khas tersendiri di dunia!
Namun, beberapa tahun belakangan, akibat propaganda dan pemasaran Barat yang masif kepada wanita Tiongkok, produk kosmetik dan pemutih Barat jadi sangat populer.
Bahkan digandrungi oleh banyak wanita.
Kini muncul tren baru.
Orang mengira, selama kosmetik atau obat pemutih itu dari luar negeri, pasti yang terbaik!
“Benar juga!”
“Balai Jamur Dewa!”
Menteri Badan Obat Nasional, Shen Haihua, tersadar.
Beberapa hari yang lalu, Pil Pembersih Kanker racikan Su Yu benar-benar mengguncang seluruh Badan Obat Nasional!
Bahkan, departemen hukum pun harus lembur semalaman, menjadikan Pil Pembersih Kanker sebagai komoditas strategis ekspor penting, serta barang yang diawasi ketat saat keluar negeri.
Jika Balai Jamur Dewa bisa menghasilkan Pil Pembersih Kanker, membuat obat pemutih pastilah sangat mudah.
Memikirkan hal ini, hati Shen Haihua mendadak lega.
Ia segera memerintah Xie Liren, “Sekarang kau dapat tugas khusus. Pastikan Balai Jamur Dewa meneliti dan menghasilkan obat kosmetik dan pemutih, dengan segala cara! Bangkitkan kembali industri kosmetik dan pemutih bangsa kita!”
Xie Liren langsung berdiri, “Siap! Saya jamin tugas ini akan tuntas!”
....................
...................
Di saat yang sama.
Stasiun Televisi Kota Selatan.
Di ruang kerjanya, Wang Tao menatap angka rating TV yang suram dengan wajah kusut.
Sulit sekali.
Sungguh terlalu sulit.
Sebelumnya, Su Yu pernah menjadi pembawa acara program edukasi pengobatan tradisional, berhasil mendongkrak rating TV Kota Selatan dan membawa kebangkitan singkat.
Namun, sejak Su Yu pergi, rating tinggi itu hanya bertahan sekejap.
Tanpa Su Yu, rating TV pun anjlok tajam.
Memang, di zaman ponsel secanggih ini, siapa yang masih menonton televisi?
Harus cari alasan apa lagi agar Su Yu mau tampil beberapa episode lagi?
Saat itu, Direktur Wang Tao mondar-mandir di kantor.
Ia juga sudah hampir pensiun. Sebelum pensiun, ia ingin menorehkan prestasi gemilang dalam masa jabatannya.
Sekarang, alasan apa yang cocok untuk mengundang Su Yu?
“Urusan yang dititipkan atasan, ternyata tidak perlu bantuan saya lagi.”
“Ternyata Pil Pembersih Kanker memang menyelamatkan pejabat besar itu.”
Wang Tao pun bingung.
Sebelumnya, seorang pejabat tinggi memintanya menghubungi Su Yu untuk mengobati penyakitnya.
Tapi kemudian, ia diberitahu tak perlu lagi menelepon.
Wang Tao menebak, kemungkinan besar itu karena masalah kanker.
Tapi ternyata, Su Yu betul-betul berhasil mengatasinya, bahkan sampai menciptakan obat kanker yang menggemparkan—Pil Pembersih Kanker!
“Kalau begitu, apakah aku harus mengeluarkan jurus pamungkas, mengajak putriku?”
Wang Tao berpikir sejenak.
Putrinya benar-benar kesayangannya.
Kulitnya putih, cantik menawan, beberapa hari lalu baru pulang dari kuliah di Universitas Newton, benar-benar lulusan luar negeri yang cemerlang.
“Menyuruh putriku berkenalan dengan anak muda sehebat Su Yu juga baik, agar dia tahu dunia tak selebar daun kelor. Siapa tahu mereka bisa saling jatuh cinta, hahaha.”
“Aku memang jenius!” Wang Tao tertawa puas.
Memasuki usia paruh baya, menjaga gengsi adalah kodrat.
Meski ia malu-malu meminta Su Yu kembali ke TV untuk mengedukasi pengobatan tradisional, tapi bisa saja meminta putrinya yang bicara.
Selain itu, kalau mereka berjodoh, malah lebih bagus.
Rencana ini benar-benar sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui!
................
................
Beberapa hari ini.
Balai Jamur Dewa mengalami perubahan baru.
Perubahan pertama.
Balai Jamur Dewa mulai membuka layanan tatap muka, Su Yu menerima pasien yang ingin berobat, maksimal tiga puluh orang per hari.
Dengan kemampuannya sebagai tabib tingkat master, proses pengobatan jadi sangat mudah.
Sering kali, hanya dengan satu tusukan jarum, berbagai keluhan seperti sakit pinggang atau leher langsung sembuh.
Para pasien sangat berterima kasih pada Su Yu.
Setiap hari ada saja yang datang mengantarkan bendera ucapan terima kasih.
Balai Jamur Dewa bahkan menyediakan satu ruangan khusus untuk menumpuk bendera-bendera itu.
Su Yu pun mendapat julukan baru.
Namanya: Su Satu Tusuk.
Namun, yang agak disayangkan oleh Su Yu, beberapa hari ini ia belum juga mendapat misi pasien khusus.
Adapun perubahan kedua di Balai Jamur Dewa.
Sejak terhubung dengan Yang Mimi, wanita itu tiba-tiba dibatalkan sebagai duta merek oleh kekuatan misterius.
Jangan tanya kenapa.
Kekuatan misterius itu berasal dari Timur yang kuno—Tiongkok!
Bahkan pemerintah pusat mengeluarkan perintah tegas.
Melarang keras setiap selebritas dunia hiburan menjadi duta Balai Jamur Dewa.
Pesan ini sangat jelas, para pemimpin pusat menganggap para artis tak pantas menjadi duta Balai Jamur Dewa.
Mereka berpandangan, artis cukup berakting saja, jangan ikut campur urusan negara. Mau jadi duta negara? Lihat dulu punya kualifikasi atau tidak.
Bermimpi jadi duta negara?
Su Yu pun mengangkat alis, merasa kagum pada para pemimpin Tiongkok—benar-benar berpandangan jauh.
Karena itulah, pemerintah pusat memerintahkannya menjadi ikon Balai Jamur Dewa.
Setiap kemasan produk, wajah Su Yu dicetak sebagai sampul.
Awalnya Su Yu menolak, lalu tetap menolak. Ia sudah bilang, sejak awal ia memang menolak.
Jadi, setiap kemasan obat Balai Jamur Dewa menampilkan fotonya, bahkan ada empat atau lima poster besar Su Yu di sana.
Saat itulah.
Su Yu kembali menerima telepon dari pemerintah pusat.