Bab Empat Puluh Dua: Obito Telah Tiada
Para pertapa telah melepaskan segala ikatan duniawi, jadi meskipun guru yang mengajarinya wafat, Fa Yi pun tidak terlalu bersedih. Toh, sang guru memang sudah lama sakit-sakitan, bahkan peti mati dan batu nisan pun sudah dipersiapkan jauh-jauh hari, sehingga semua orang sudah terbiasa dengan kemungkinan itu.
Namun, kematian Fen Fu sendiri tidak terlalu menjadi soal, persoalannya justru adalah bagaimana menangani jinchuuriki Shukaku. Dahulu, Kuil Pasir Kuning memang sudah termasuk salah satu kuil terkenal di Negeri Angin, tapi tetap saja tidak bisa dibandingkan dengan kedudukan mereka yang sekarang menguasai seluruh negeri. Kuil itu bisa menjadi penjaga negara seperti sekarang ini pun tidak lepas dari kekuatan Fen Fu. Dalam persaingan antarbiara, selain siapa yang paling pandai membujuk, yang lebih utama adalah siapa yang memiliki kekuatan terbesar.
Meskipun Fen Fu sendiri tidak akan menggunakan kekuatannya untuk hal-hal semacam itu, namun dengan kehadiran seorang ahli setingkat Kage di belakang mereka, biara lain pun tak berani mencari gara-gara. Inilah alasan mengapa Fa Yi mengajukan persoalan tersebut pada waktu yang genting.
Shukaku bukan hanya sekadar bijuu, ia juga menjadi lambang kedudukan Kuil Pasir Kuning di Negeri Angin.
“Ketika Guru Fen Fu wafat, Shukaku yang telah sekian lama menerima siraman ajaran Buddha dari beliau, memilih untuk mengakhiri hidupnya bersama. Soal penangkapan dan penunjukan jinchuuriki berikutnya setelah ia bangkit kembali, itu akan aku urus sendiri!”
Melihat Fa Yi, yang jelas-jelas bukan biarawan biasa—makan daging, minum arak, menikahi perempuan, dan kadang juga menghunus pedang—Li Qingyuan tak punya banyak kesabaran. Ia hanya melirik sekilas lalu menegur tajam.
Omong kosong belaka!
Semua yang hadir terhenyak oleh ketebalan muka Tuan Kazekage. Shukaku memilih mati bersama secara sukarela? Ini jelas lelucon yang kelewat jauh!
Memang, ada anjing setia yang rela mati bersama majikannya, tapi Shukaku? Ia bijuu! Mana mungkin ia melakukan hal serupa?
Apakah Tuan Kazekage sedang menghina kecerdasan semua yang hadir?
“Apa kalian tidak percaya pada kehebatan ajaran Buddha Guru Fen Fu, atau kalian mengira aku perlu berbohong kepada kalian?”
Melihat tatapan tidak puas dari para biarawan, Li Qingyuan menyapu mereka dengan pandangan tajam dan bertanya dingin.
Seketika para biarawan buru-buru menyatakan bahwa kemampuan Buddha Guru Fen Fu memang luar biasa, sampai-sampai makhluk buas seperti Shukaku pun rela mengakhiri hidupnya sendiri. Ini jelas prestasi yang layak dicatat dalam sejarah!
Siapa pula yang berani menyanggah ucapan Tuan Kazekage? Menuduh guru sendiri kurang mumpuni, atau menuduh Kazekage berbohong? Pilih mana pun, rasanya besok pagi kepala sudah tak bersisa!
Memang, di Negeri Pasir, arus bawah tanah politik sangat kuat dan aktor kekuasaan beragam, namun untuk pemimpin baru seperti Kazekage, belum ada satu pun yang berani mencari perkara.
Harus diketahui, kedudukan dan kekuatan Li Qingyuan diraih dengan darah dan kepala jinchuuriki lima ekor sebagai bukti. Selain itu, ia bukan tipe tamak; ia berbagi keuntungan, kuat dalam genggaman dan bahkan berhasil membawa tokoh nomor dua desa ke dalam pelukannya. Jadi, bahkan kelompok biarawan Kuil Pasir Kuning pun takkan nekat mencari celaka.
“Shukaku benar-benar mengakhiri hidupnya bersama Guru Fen Fu?”
Dalam perjalanan pulang ke desa, Ye Cang akhirnya tak sanggup menahan rasa ingin tahunya dan bertanya. Pertanyaan sensitif semacam ini jelas tak seorang pun berani menyinggungnya, namun Ye Cang benar-benar penasaran, sebab peristiwa seperti itu benar-benar di luar nalar.
“Itu bohong! Aku yang membunuh Shukaku. Akhir-akhir ini, suruh orang-orangmu mengawasi, perhatikan di mana Shukaku akan bereinkarnasi. Begitu ada tanda-tanda, segera laporkan padaku.”
Bijuu terbentuk dari energi chakra murni, jadi dalam arti tertentu mereka itu abadi. Setelah bijuu terbunuh, dalam waktu tertentu mereka akan hidup kembali secara acak.
Walau disebut acak, sebenarnya ada pola yang bisa diikuti. Misalnya, Shukaku biasanya akan bangkit kembali di Gurun Nara, sementara Isobu, si ekor tiga, akan bangkit di danau-danau Negeri Air.
Namun, untuk bijuu seperti Kyubi yang chakra-nya sangat kompleks, mereka bisa bangkit di sudut mana pun di dunia. Inilah alasan utama mengapa ketika Kyubi mengamuk di Konoha, desa itu rela mengorbankan banyak jiwa untuk menyegelnya daripada membunuhnya. Jika Kyubi dibunuh, siapa tahu ia akan bereinkarnasi di wilayah negara lain dan menjadi kekuatan lawan.
“Kau membunuh Shukaku?”
Ye Cang sungguh terkejut. Mengapa harus membunuh Shukaku? Ia benar-benar tak mengerti keputusan itu!
“Itu rahasia pribadiku, berkaitan dengan kemampuan garis keturunan istimewaku.”
Namanya juga sudah dua kali berbohong, Li Qingyuan merasa alasan ini bisa menutupi segalanya.
“Aku mengerti. Jangan ceritakan hal ini pada siapa pun, aku akan membantumu mengawasi.”
Ye Cang memang pantas menjadi kekasih yang paling dipercaya saat ini, langsung menyatakan akan menjadikan urusan ini sebagai misi rahasia tingkat S paling penting.
Masalah Shukaku pun sementara selesai, sebab proses reinkarnasi itu butuh waktu—bisa sepuluh hari dua minggu, bisa juga tiga sampai lima bulan, jadi tidak perlu terburu-buru. Dibandingkan terus-menerus memburu Shukaku demi barang jarahan, justru kejadian di Konoha belakangan ini lebih menarik perhatiannya.
“Tim Minato Namikaze disergap oleh ninja Awan, salah satu anggota tim tewas?”
Di kantor Kazekage, Ye Cang yang melihatnya sedang memegang laporan itu, penasaran mendekat untuk melihat.
“Ada apa dengan laporan itu, sampai kau perhatikan sedemikian rupa?”
Sebagai asisten Kazekage, Ye Cang merasa perlu memahami pola pikir sang pemimpin, maka ia pun bertanya heran.
Sekarang Konoha masih bertempur melawan ninja Awan dan ninja Kabut. Memang benar, dengan perjanjian damai yang telah disepakati bersama ninja Batu dan ninja Pasir, Konoha sempat bisa bernapas lega, namun jelas dua desa yang tersisa sangat alot, bahkan setelah tahun baru pun perang belum tentu akan usai.
Karena itulah, Ye Cang sebenarnya tidak melihat hal istimewa dalam laporan itu. Dalam situasi perang sehebat ini, andai saja kejadian itu tidak melibatkan Minato Namikaze—tokoh paling bersinar di medan perang Konoha—mungkin laporan itu pun tidak akan sampai ke meja Kazekage.
“Dulu, saat aku membantu Konoha, aku sempat satu tim dengan mereka untuk sementara waktu. Melihat salah satu dari mereka tewas, entah kenapa aku merasa agak sedih.”
Tentu saja Li Qingyuan tahu, ini pasti ulah Uchiha Madara lagi. Jika sebelumnya gagal membunuh Obito di desa Batu, kini ganti memakai ninja Awan pun tak masalah. Dengan kemampuan menyusup Zetsu Hitam yang luar biasa, andai saja ia tidak punya sistem rahasia, takkan bisa mendeteksi gerak-geriknya.
Sejak terakhir kali ia berhasil memperdaya Zetsu Hitam, makhluk itu pun tak pernah menampakkan diri lagi, mungkin memang sudah takut padanya.
“Itulah takdir seorang ninja, jangan terlalu dipikirkan.”
Melihat Li Qingyuan termenung, Ye Cang mengira ia sedang bersedih, lalu merangkulnya lembut dan mengelus kepalanya.
Betapa nikmatnya!
Bersandar dalam pelukan Ye Cang yang hangat, Li Qingyuan pun merasa, kematian Obito memang sudah sepatutnya!