Bab 24 Permintaan Maaf di Depan Umum
Pasti ada sesuatu yang tersembunyi di balik semua ini.
Sebelum Shen Qingqing sempat membuka mulut, sebuah suara teriakan terdengar dari kejauhan.
"Tuan Asisten Bupati datang..."
Begitu mendengarnya, alis Shen Qingqing yang cantik berkerut rapat. Apakah Tuan Asisten Bupati di zaman ini begitu santai? Atau mungkinkah seseorang menggunakan cara tertentu untuk memanggilnya ke sini?
Ia mengalihkan pandangannya ke arah Nyonya Song. Melihat tatapan penuh perhitungan dan kemenangan di mata wanita tua itu, ia langsung memahami penyebabnya.
Tampaknya, wanita tua ini sudah bertekad bulat untuk membuat keributan hari ini.
Shen Qingqing menatap tajam Nyonya Song di sampingnya, lalu berjalan menuju pintu.
"Apa yang membawa Tuan Asisten Bupati berkunjung ke kediaman kami yang sederhana ini?" tanya Shen Qingqing dengan senyum di wajahnya, meski dalam hati ia merasa cemas.
Lu Chuanjing masih butuh waktu untuk kembali, dan ia sendiri pun menyimpan keraguan tentang bagaimana suaminya bisa mendapatkan begitu banyak hewan buruan.
Jika sampai ketahuan oleh Asisten Bupati, Lu Chuanjing bisa berada dalam masalah besar.
Prioritas utamanya saat ini adalah menenangkan situasi dan mengulur waktu.
Karena sebelumnya Asisten Bupati pernah mencicipi dendeng buatan Shen Qingqing, wajahnya saat ini tidak terlihat terlalu kaku. Dengan sopan ia menjawab, "Ada yang melaporkan bahwa kalian melakukan usaha ilegal."
Alis Shen Qingqing mengerut, namun segera ia tersenyum lebar.
"Tuan Asisten Bupati, apa maksud perkataan Anda? Saya hanya sesekali pergi ke pasar untuk menjual dendeng, mana mungkin ada usaha ilegal? Pasti ada orang yang iri melihat saya mencari uang dan sengaja ingin mencelakai saya."
Asisten Bupati tentu tahu bisnis apa yang dijalankan Shen Qingqing, tetapi karena ada begitu banyak pasang mata yang menyaksikan, ia terpaksa harus bertindak sesuai aturan.
"Nona Shen, saya tahu bisnis Anda, tapi kami hanya perlu masuk untuk melakukan pemeriksaan. Jika tidak ditemukan apa pun, kami akan segera pergi."
Shen Qingqing kembali mengerutkan kening. Di gudang bawah tanah masih tersisa banyak hewan buruan hasil tangkapan Lu Chuanjing.
Bagaimana ia harus menjelaskannya jika ditemukan?
"Tuan Asisten Bupati, tempat saya sangat sempit, mana mungkin bisa menyembunyikan sesuatu?"
Begitu Shen Qingqing mengucapkan hal itu, kening Asisten Bupati langsung berkerut.
Jika saja Shen Qingqing membiarkannya memeriksa sejak awal, ia tidak akan merasa curiga. Namun sikap Shen Qingqing yang seperti ini justru membuatnya yakin bahwa ada sesuatu yang disembunyikan di dalam pekarangan rumah tersebut.
Melihat perubahan raut wajah sang pejabat, Shen Qingqing mulai merasa panik.
"Nona Shen, rumah ini harus diperiksa," ucap Asisten Bupati dengan nada dingin, menatap Shen Qingqing dengan tatapan penuh selidik.
Shen Qingqing memejamkan mata sejenak, lalu menatap kembali ke arah Asisten Bupati dengan pandangan jernih, sembari memutar otak mencari jalan keluar.
"Tuan Asisten Bupati! Istri saya tidak mengerti aturan, Anda datang untuk menjalankan tugas, jadi pemeriksaan ini tentu saja perlu dilakukan."
Mendengar suara yang familier itu, perasaan Shen Qingqing yang tadinya gelisah seketika menjadi tenang.
Di ambang pintu, Lu Chuanjing muncul dengan pakaian yang kotor oleh tanah, melangkah lebar mendekati Shen Qingqing.
Ia meletakkan tangannya di bahu Shen Qingqing sebagai bentuk penenangan, lalu mengalihkan pandangannya kepada Asisten Bupati.
"Boleh saja memeriksa, tapi saya punya satu syarat."
Asisten Bupati tertegun sejenak. Tekanan aura yang terpancar dari Lu Chuanjing membuatnya tidak berani menatap langsung ke arah pria itu.
Bagaimana mungkin seseorang yang menghabiskan setengah hidupnya di desa bisa memiliki pembawaan seperti ini?
Asisten Bupati mengerutkan kening, lalu menepis pemikiran tersebut dan melunakkan nada bicaranya.
"Apa syaratnya?"
"Siapa pun yang melaporkan hal ini hari ini, jika ternyata tidak ditemukan apa-apa di rumah saya, maka dia harus meminta maaf secara terbuka kepada istri saya."
Sesaat setelah Lu Chuanjing selesai bicara, Chen Xiaohua yang entah sejak kapan sudah kembali, berdiri di belakang Nyonya Song sambil meremas ujung bajunya.
Nyonya Song menepuk punggung tangan Chen Xiaohua. Melihat reaksi Shen Qingqing tadi, ia yakin pasti ada rahasia yang tidak boleh terbongkar di sana.
Bahkan jika nantinya ketahuan bahwa Chen Xiaohua-lah yang melaporkannya pun, itu tidak jadi masalah.