Bab 23: Tatapan Penuh Ketamakan
"Di mana anak kedua? Suruh dia keluar dan temui aku." Nyonya Song memasang wajah masam, bersikap layaknya seorang ibu mertua yang berkuasa.
Shen Qingqing tertawa kecil, ia tidak memedulikan wanita itu dan terus berdiskusi dengan Tuan Yang mengenai pembuatan kereta sapi.
Melihat Shen Qingqing sama sekali tidak menganggapnya ada, kerumunan orang di luar pagar pun tertawa lirih. Wajah Nyonya Song berubah merah padam menahan malu.
"Begitukah caramu bersikap sebagai menantu?" tanya Nyonya Song dengan nada marah.
Shen Qingqing menoleh dengan tatapan dingin. Manik matanya yang hitam pekat menatap Nyonya Song begitu tajam hingga membuat siapa pun yang dipandang merasa merinding.
"Setahuku, Xiaochuan sudah lama keluar dari keluarga Chen. Lantas, kau ini ibu mertua dari pihak mana?"
Shen Qingqing tidak melupakan segala tipu daya keji yang dilakukan Nyonya Song. Jika saja Lu Chuanjing tidak menghalanginya saat itu, ia pasti sudah menjadi hantu di bawah tongkat Nyonya Song.
Wajah Nyonya Song semakin memucat karena kesal, namun ia tidak punya cara untuk merampas barang-barang berharga itu. Ia memutar bola matanya, memikirkan sebuah rencana.
Ia menarik ujung baju Chen Xiaohua dan membisikkan sesuatu. Mata Chen Xiaohua berbinar, lalu ia segera berlari pergi.
Shen Qingqing mengernyitkan dahi, menatap kejadian itu dengan dingin. Ia tahu betul bahwa Nyonya Song pasti sedang merencanakan sesuatu yang buruk. Namun, saat ini ia enggan meladeni lebih jauh; jika ada masalah yang datang, ia akan menghadapinya nanti.
Setelah berbincang beberapa saat dengan Tuan Yang, ia mengeluarkan sepuluh tael perak dari kantong uangnya sebagai uang muka, lalu mengantar Tuan Yang keluar dari pekarangan.
Di sisi lain, Nyonya Song terus memperhatikan dengan mata terbelalak. Kantong uang yang menggembung itu adalah sesuatu yang belum pernah ia lihat seumur hidupnya. Bagaimana mungkin Shen Qingqing bisa mendapatkan begitu banyak uang hanya dalam beberapa bulan? Nyonya Song mulai berhitung dalam hati, ia harus mencuri cara Shen Qingqing mencari uang.
Setelah mengantar Tuan Yang, Shen Qingqing bahkan tidak melirik Nyonya Song sedikit pun dan hendak masuk ke dalam rumah sambil mendorong kereta bayi. Nyonya Song segera maju dan menghalangi jalannya.
"Kau pasti menggunakan cara-cara kotor. Jika tidak, bagaimana mungkin seorang wanita sepertimu bisa menghasilkan begitu banyak uang!" Nyonya Song mencengkeram lengan Shen Qingqing dengan erat, bersikeras ingin mengetahui rahasia penghasilan wanita itu.
Kemarahan tersirat di mata Shen Qingqing, ia pun melepaskan diri dari cengkeraman Nyonya Song. "Uang ini kudapatkan dengan cara yang jujur dan bersih. Bukti apa yang kau miliki untuk menuduhku melakukan hal-hal kotor?"
Tatapan Nyonya Song berkilat penuh kebencian. "Kalau begitu, katakan padaku, dengan apa kau mencari uang?"
"Daging kering, memangnya apa lagi?" jawab Shen Qingqing dengan santai. Ia memang tidak berniat merahasiakannya. Lagipula, hal seperti itu tidak mungkin bisa disembunyikan. Besok di pasar yang ramai, warga desa pasti akan melihatnya sendiri.
Namun, meskipun mereka melihatnya, lantas kenapa? Metode pembuatan daging kering miliknya adalah yang terbaik dan tiada duanya.
Nyonya Song tidak menyangka Shen Qingqing akan menjawab dengan begitu terus terang. Mulutnya sedikit terbuka, bingung harus berkata apa. Setelah berpikir sejenak, ia segera membalas, karena ia tidak percaya daging kering bisa menghasilkan uang sebanyak itu.
"Daging kering apanya! Pasti ada bisnis gelap lain di belakang ini."
"Nyonya, mengapa ucapanmu begitu kejam? Kami sendiri melihat Nyonya Shen menjual daging kering di pasar. Orang yang mengantre untuk membelinya bisa sepanjang jalan dari ujung desa sampai ujung lainnya!" seru orang-orang di kerumunan.
Mata Nyonya Song yang penuh kerutan menyipit. Mungkinkah benar itu hanya daging kering?
"Sekalipun itu daging kering, dari mana kau mendapatkan begitu banyak hewan buruan!" Meskipun Lu Chuanjing pandai berburu, tidak mungkin ia bisa menyediakan hewan buruan sebanyak itu untuk dijadikan daging kering oleh Shen Qingqing.