Bab 8 Melangkah Maju Tanpa Ragu
Setelah makan, mereka berdua mendatangi Guangxian. Keadaannya cukup lumayan, mereka ditemui oleh Li Xiaoping, wakil manajer umum divisi film.
Guangxian mengawali bisnisnya dari program televisi, mulai dari berita hiburan hingga penyelenggaraan acara. Bisnis film mereka baru berkembang beberapa tahun terakhir, dan berkat kerja sama dengan sutradara-sutradara asal Hong Kong, mereka meraih hasil yang cukup baik.
Namun, perusahaan ini masih tergolong kelas dua, ada jarak yang cukup jauh jika dibandingkan dengan pemain utama seperti Huayi atau Bona.
Bona saat itu sedang berada di puncak popularitas karena berencana melantai di bursa saham Amerika. Namun, belakangan mereka menyadari bahwa investor saham Amerika sama sekali tidak tertarik dengan perusahaan film asal Tiongkok, sehingga mereka terpaksa delisting dan kembali ke tanah air.
Keberhasilan Guangxian baru dimulai setelah perusahaan itu melantai di bursa tahun depan. Mereka mulai mengubah haluan, tidak lagi bergantung pada sutradara Hong Kong, melainkan mendukung sutradara baru untuk memproduksi banyak film laris hingga akhirnya masuk ke jajaran papan atas. Film-film seperti *Lost in Thailand*, *So Young*, dan *American Dreams in China* adalah hasil karya mereka.
Li Xiaoping adalah seorang wanita paruh baya berambut hitam panjang dan lurus, dengan kulit yang agak gelap. Ia sedang membolak-balik naskah yang dibawa mereka. Li Xiaoping ini bukanlah orang yang sama dengan Li Xiaoping yang kelak dikabarkan terlibat skandal dengan sang Pangeran Kecil. Dia adalah direktur Guangxian dan nantinya menjadi direktur eksternal Maoyan; dengan posisi setinggi itu, mana mungkin ia mau bergabung dengan tim Pangeran Kecil? Itu sama saja menurunkan derajatnya sendiri.
"Naskah ini sepertinya tidak menceritakan apa-apa," ujar Li Xiaoping setelah membolak-balik halaman dengan asal, lalu meletakkan naskah itu.
Ceritanya memang terkesan berantakan, dan memang tidak memiliki alur yang kuat.
Keduanya duduk di seberang mejanya. Fang Hong menjelaskan, "Ini adalah kisah nyata yang diadaptasi dari pengalaman masa sekolah. Kehidupan kampus memang tidak penuh gejolak, ini hanyalah rangkuman perjalanan hidup tokoh utama selama beberapa tahun."
"Meski begitu, menurut saya ini tidak menarik. Tidak lucu, dan tidak memberikan rasa keterikatan bagi penonton. Bisakah kamu menambahkan elemen aborsi, perselingkuhan, atau cinta segitiga?" tanya Li Xiaoping.
"Naskah ini tidak bisa diubah," tolak Fang Hong.
Jika Anda tidak merasakan keterikatan, bukan berarti anak muda lainnya tidak merasakannya, dan bukan berarti orang biasa yang baru terjun ke masyarakat tidak bisa merasakannya. Keterikatan bagi seorang bos besar memang berbeda dengan orang biasa!
"Kalau begitu, maaf sekali. Dana perusahaan kami terbatas, kami harus berhati-hati," ucap Li Xiaoping dengan nada yang masih cukup sopan.
Karena naskah tidak bisa diubah, maka tidak ada investasi. Sebenarnya, ia cukup tertarik dengan ceritanya, hanya saja kurang ada konflik, dan ia ingin menambahkan beberapa konflik ke dalamnya.
"Baiklah, kalau begitu sampai di sini saja," Fang Hong tidak banyak bicara lagi, ia mengambil naskahnya dan pergi.
Setelah keluar dari gedung Guangxian, Chen Zhixi merasa bingung. "Kenapa kamu tidak menyetujuinya? Menambahkan beberapa elemen itu mungkin saja dilakukan."
"Jika aku setuju sekarang, kita akan kehilangan kendali. Selanjutnya mereka akan mengganti aktor, mengganti sutradara, dan mengganti produser. Apa kamu mau?" tanya Fang Hong balik.
Mendengar kalimat pertamanya, Chen Zhixi masih bisa menerima, namun setelah mendengar kalimat terakhir, ia terdiam, karena itu berarti dia pun akan diganti.
Meminta perubahan naskah sudah menjadi tradisi lama Guangxian. Film *Monkey King: Hero Is Back* dulunya juga sempat akan mereka danai, namun karena tim kreatif menolak mengubah naskah, mereka menarik diri. Begitu juga dengan film *Wolf Warrior*!
Setelah mencoba selama satu hari, keesokan harinya mereka mendatangi Bona. Manajer departemen di perusahaan ini lebih tidak punya perasaan. Mereka menyuruh petugas keamanan membuang naskah mereka, mengusir mereka berdua, dan menyuruh mereka pulang untuk bertani saja.
Benar-benar siapa saja sekarang berani mengaku bisa membuat film! Mereka hanya mau bekerja sama dengan sineas Hong Kong dan Taiwan; dua orang yang tidak dikenal ingin membuat film? Benar-benar lucu. Diberi satu juta pun rasanya takut mereka akan melarikan diri!
Ini sangat melukai harga diri. Mental Chen Zhixi sedikit hancur. Ia pikir akan sulit, tapi tidak menyangka akan sesulit ini!
Setelah itu, mereka mendatangi Perfect World Pictures, New Classics Media, Bona, Tangde, dan sejumlah perusahaan film lainnya. Tidak diragukan lagi, semuanya menolak. Bahkan ada yang tidak sudi melihat naskahnya; hanya melihat kombinasi mereka saja, mereka sudah menganggap keduanya tidak punya masa depan dan akan gagal total.
Mereka bahkan sempat mendatangi China Film Group, namun bahkan untuk bertemu orang yang bertanggung jawab saja tidak bisa. Mereka hanya dioper ke sana kemari, sungguh menjengkelkan! Lembaga seperti ini memang memiliki efisiensi kerja yang buruk.
Mereka bahkan sempat mendatangi Zui Shi Culture untuk menemui Guo Xiaosi, "tokoh utama sastra remaja". Mereka pikir dia mungkin punya selera. Perusahaan ini baru saja didirikan. Namun, setelah melihat naskahnya, Guo Xiaosi berkomentar bahwa tokoh utama pria dan wanitanya terlalu biasa, tidak matrealistis, dan tidak ada drama pertengkaran. Menurutnya, cerita baru akan menarik jika ada keributan. Ia bahkan menawarkan diri untuk menyutradarainya, katanya ia bisa membawa drama keributan ke level yang baru!
Keributan apa?! Fang Hong dan Chen Zhixi langsung pergi. Betapa klise film yang akan dibuatnya nanti!
Malam hari, di kamar hotel single yang sempit. Ini adalah kamar Fang Hong. Kamar Chen Zhixi adalah kamar mewah, wanita ini sudah berkecimpung lama di industri ini dan memang sudah punya uang. Keduanya duduk berhadapan. Chen Zhixi berkata dengan lelah, "Sudahlah, kita menyerah saja!"
Ia tidak ingin lagi mencoba, rasanya terlalu menyakitkan! Lebih baik menabung pengalaman selama dua tahun lagi, tunggu sampai punya nama baru memulai proyek film. Fang Hong tadinya ingin meminta bantuan Wang Lao Er untuk sekadar menumpang nama, karena ia sudah menduga akan mengalami hal ini—jika tidak bisa mendapatkan investasi, maka harus menunggu sampai punya nama.
Bagaimanapun, film itu akan segera dirilis. Namun, sialnya Wang Lao Er tidak setuju, dan dia pun tidak bisa berbuat apa-apa.
"Kenapa, sudah menyerah?" Fang Hong tersenyum.
"Bukan menyerah, tapi kita sekarang tidak punya nama dan tidak punya koneksi. Tunggu setelah punya koneksi baru kita coba lagi, lagipula kesempatan di masa depan masih banyak," ujar Chen Zhixi sambil menunduk, tampak sangat frustrasi.
"Lalu harus menunggu sampai kapan?"
Fang Hong merasa perlu memberinya sedikit keyakinan. "Di tangan saya sudah ada tiga juta, celah dananya sudah tidak terlalu besar lagi."
"Apa?!" Chen Zhixi mendongak tiba-tiba. "Kapan kamu mendapatkan uang itu?"
Selama beberapa hari terakhir mereka selalu bersama, dia tahu semua gerak-gerik Fang Hong, bagaimana mungkin tiba-tiba bisa mendapatkan tiga juta?
"Masalah itu tidak perlu kamu pikirkan, selama sisa uangnya nanti ada kepastian, kita bisa langsung mulai bekerja," kata Fang Hong.
"Tapi, anggarannya sepuluh juta, kekurangannya masih sangat besar!" kata Chen Zhixi.
"Sepuluh juta itu hanya kondisi ideal. Dengan beberapa juta pun kalau kita berhemat, kita tetap bisa bekerja. Kamu harus tahu, seorang produser yang hebat harus belajar bagaimana membuat film terbaik dengan uang seminimal mungkin," tutur Fang Hong dengan nada tegas.
Mendengar kata-katanya, Chen Zhixi tertegun. Ia tidak tahu harus bereaksi bagaimana. Pria ini biasanya tidak menonjolkan diri, tetapi saat ini ia memancarkan tekad yang luar biasa. Seolah-olah ia ingin membawanya maju dengan berani.
"Pertama-tama, yang harus kita potong adalah biaya honor. Saya sudah berkomunikasi dengan Liu Tianxian, dia bersedia bermain tanpa bayaran," bohong Fang Hong.
Meskipun Liu Tianxian belum setuju untuk bermain, itu tidak menghalanginya untuk menyombongkan diri demi meningkatkan kepercayaan diri Chen Zhixi. Kepercayaan diri adalah kunci kesuksesan! Tidak ada jalan lain, film tidak bisa dibuat sendirian, ini selalu menjadi kerja tim.
"Apa?! Bagaimana kamu meyakinkannya?" Chen Zhixi membelalakkan mata. Ia tidak tahu apa-apa soal ini. Liu Tianxian adalah aktris papan atas, datang bermain di film kecil mereka, dan tanpa bayaran pula? Bagaimana pun dilihat, ini terasa seperti fantasi yang indah. Namun pria ini tanpa suara-suara telah melakukannya. Kemampuan ini sungguh luar biasa.
Hanya setelah merasakan kepahitan dan kesulitan, orang baru mengerti betapa berharganya kemampuan Fang Hong dalam mendapatkan tiga juta dan mengundang aktris papan atas untuk bermain di film mereka!
"Ini nanti kamu akan tahu sendiri. Jika kita meniadakan honor yang tidak perlu, lalu berhemat dalam hal lokasi, kru, dan peralatan, maka kekurangan dananya tidak akan sebesar yang kita bayangkan, bagaimana menurutmu?" kata Fang Hong.