Bab 44 Penyakit Hati
Ucapan itu sedikit bermakna ambigu, apakah dia ingin melewatkan Hari Kasih Sayang bersamanya?
Liu Tianxian berbalik dan berjalan maju. Sambil berjalan, sepertinya ia memikirkan sesuatu, dan senyum terukir di wajahnya.
Jika seorang pria bersedia bersusah payah melindungi ciumannya, betapa buruknya pria itu terhadap dirinya?
Perasaan dilindungi ini lumayan juga!
Fang Hong berada di belakangnya, sehingga ia tidak bisa melihat ekspresi wajahnya.
Di lokasi syuting, wajah Liu Tianxian tampak pucat pasi, duduk terkulai di atas papan kayu. Fang Hong berdiri di hadapannya, sementara kamera berada di belakang.
Dengan cara ini, wajah Liu Tianxian dapat disorot dari depan, dan punggung Fang Hong yang terekam kamera.
Tanpa mengucapkan sepialog, Fang Hong langsung mendekat dan menciumnya. Bibir keduanya bertemu saat kamera bergeser ke samping.
"Cut!"
Yip Wai-sun berteriak kencang, lalu berkata, "Tim rias, tolong rias aktor pria."
Tujuannya adalah untuk merias wajah Fang Hong agar tampak seperti mayat hidup yang kurus kering.
Energi vitalnya telah dihisap oleh Liu Tianxian, tentu saja penampilannya akan layu bagaikan pohon yang kehilangan nutrisi.
Sebagai imbangannya, wajah Liu Tianxian dirias kembali tampak normal.
Syuting dimulai, dan keduanya berciuman lagi.
Liu Tianxian, seolah-olah telah mendapatkan kembali energinya, menarik napas dalam-dalam. Saat ia membuka mata, ia melihat wajah Fang Hong tampak begitu terkuras, lalu ia buru-buru mendorongnya menjauh.
Jika isapan itu diteruskan, pria ini bisa mati.
"Hah! Hah!"
Fang Hong megap-megap menarik napas, memperlihatkan ekspresi lelah dan lemah yang amat meyakinkan. Aktingnya cukup bagus.
Setidaknya Yip Wai-sun tidak meneriakkan "Cut", yang berarti ia menyetujuinya.
Setelah adegan ini selesai, masalah baru muncul karena ada dua baris dialog yang harus diucapkan. Jika wajah asli para aktor tidak disorot, adegan tersebut tidak akan bisa direkam.
Kecuali jika dilakukan pengambilan gambar ulang saat pascaproduksi, yang mana akan sangat merepotkan dan meninggalkan jejak yang terlalu kentara.
Yip Wai-sun memberi isyarat kepada Fang Hong untuk mendekat: "Kamulah yang bilang adegan ini bisa menggunakan pemeran pengganti. Menurutmu bagaimana sebaiknya adegan ini diambil?"
Ini jelas-jelas sebuah ujian bagi Fang Hong. Artinya, karena kamu yang memberi ide, kamu juga yang harus menyelesaikannya.
Fang Hong tidak panik sama sekali, lalu bertanya, "Bolehkah saya melihat naskahnya?"
Ia tidak boleh bertindak seolah-olah mengetahui segalanya, jadi membaca naskah adalah reaksi yang normal.
Yip Wai-sun menyerahkan naskah di tangannya dan menunjuk ke arah tertentu, "Bagian ini."
Fang Hong melirik sekilas lalu berkata, "Teknik penyajian untuk bagian ini seharusnya seperti ini: saya tetap berpenampilan seperti mayat kering, tidak perlu mengganti riasan, dan melanjutkan adegan bersama Yifei. Setelah urusan di antara kami selesai, barulah saya memulihkan wujud aslinya. Dalam ajaran Tao, ini disebut penyelarasan antara unsur Yin dan Yang."
Alur cerita asli memperlihatkan bahwa begitu Liu Tianxian selesai menyerap energi vital Yu Shaoqun, Yu Shaoqun langsung pulih ke wujud aslinya.
Di sini, Fang Hong mengubahnya menjadi: setelah bercinta dan melewati satu malam penuh, barulah wujud aslinya pulih.
Sangat masuk akal, tidak ada celah!
Setelah berpikir sejenak, Yip Wai-sun juga merasa gagasan itu sangat logis. Tak disangka pria ini cukup berpengalaman, bahkan memasukkan unsur klasik Taoisme ke dalamnya.
Dengan begitu, mereka dapat langsung mengambil gambar wajah keduanya dari depan.
Mengenai penampilan mayat kering itu, para penonton pun tidak akan bisa membedakan apakah itu pemeran pengganti atau bukan.
"Bagus, luar biasa, ambil gambar dengan cara ini," putus Yip Wai-sun.
Dengan kemampuan setara itu, masih berani belajar membuat film fantasi? Bahkan tidak lebih baik dari sutradara Yu. Pulang sana dan main boneka saja!
Fang Hong kembali ke area syuting.
"Apa yang kamu bicarakan dengan sutradara?" tanya Liu Tianxian.
"Dia tidak tahu cara mengambil adegannya, jadi saya mengajarinya," jawab Fang Hong.
Liu Tianxian tampak takjub: "Dia itu sutradara besar, butuh kamu ajari?"
Dia adalah sutradara yang menggarap serial *Ip Man*!
"Memangnya kenapa kalau saya ajari? Jangan selalu meremehkan saya, saya ini benar-benar hebat," tegas Fang Hong.
"Iya, iya, sepertinya saya yang telah meremehkanmu." Liu Tianxian tersenyum malu-malu.
"Memang dari dulu begitu."
Keduanya berbincang sejenak di sana. Para staf kru bersiap kembali, dan syuting dilanjutkan.
Tampak Liu Tianxian menatap pria di hadapannya yang telah dihisap hingga menjadi "mayat kering", lalu mengangkat tangannya untuk membelai lembut wajah pria itu.
Versi aslinya adalah "menepuk", sedangkan versi ini adalah "membelai". Mungkin perasaan yang terlibat memang berbeda!
Fang Hong mempertahankan ekspresi lemahnya, menarik napas megap-megap, lalu berkata dengan suara serak, "Apakah kamu sudah merasa lebih baik?"
Suara itu sengaja diserakkan karena berbeda dengan suara pemeran aslinya, jadi perlu dimodifikasi.
Yip Wai-sun di balik monitor mengangguk kecil. Pria ini sangat memperhatikan detail.
"Jika kamu masih menginginkannya, kurasa aku masih bisa bertahan. Ayo." Usai berkata demikian, Fang Hong mendekatkan kepalanya agar wanita itu bisa kembali menyerap energinya.
Liu Tianxian tersenyum tipis: "Aku menciumnya."
"Mencium apa?"
"Kamu juga memiliki aroma itu sekarang."
"Aroma apa?"
Coba dengarkan dialog ini, apakah ini dialog yang bisa ditulis oleh manusia? Bahkan anak berusia tiga tahun pun menulis lebih baik daripada ini.
Melihat Fang Hong yang tampak kebingungan, Liu Tianxian merangkul kepalanya dan langsung menciumnya.
Ciuman kali ini terasa begitu penuh gairah. Fang Hong mendekap tubuh lembut wanita itu, menekannya ke atas papan kayu, bahkan berbalik menindihnya di atas.
"Krek!"
Papan kayu itu tidak mampu menahan berat badan keduanya, lalu ambruk ke bawah.
Di atas alas rumput liar, keduanya saling bertatapan. Fang Hong kembali menciumnya, menubruk tubuhnya, dan menyilangkan kedua tangan wanita itu ke atas seolah-olah sedang menyerah.
Fang Hong menciumnya dengan begitu dalam hingga wajah Liu Tianxian tampak mengerut, seolah-olah ia memendam rasa amarah yang ingin dilampiaskan kepada Liu Tianxian.
Ia bahkan membuka celah gigi wanita itu, lalu mendorong tubuhnya ke depan.
Tentu saja itu tidak sungguhan, pakaian mereka berdua masih melekat rapi di tubuh masing-masing.
"Cut!"
Hasilnya cukup memuaskan, Yip Wai-sun sangat senang.
Syuting selesai. Adegan selanjutnya memperlihatkan hari yang sudah pagi, di mana Yu Shaoqun hanya perlu melakukan gerakan merapikan ikat pinggangnya, dan adegan itu pun rampung.
Usai pengambilan gambar, Liu Tianxian menatap tajam ke arah Fang Hong dengan tatapan penuh permusuhan, memancarkan aura membunuh.
Pria keparat itu, kenapa hal semacam itu dimasukkan ke dalam mulutnya? Keterlaluan sekali.
"Kamu sudah gila ya?"
"Memang gila, penyakit hati!" Fang Hong tidak mau mengalah.
"Kamu...!"
Karena teramat kesal, Liu Tianxian melangkah maju dan melayangkan tendangan ke arahnya, namun Fang Hong secara refleks berhasil menghindar.
Melihat serangannya meleset, Liu Tianxian kembali memukulnya dengan tangan, yang segera ditangkis oleh Fang Hong.
Namun, pukulan Liu Tianxian hanya mendarat ringan, tidak terlalu bertenaga. Ekspresi wajahnya pun melunak. Melihat pria itu hanya bersikap pasrah dan mengalah, ia tiba-tiba tertawa kecil.
Kenapa dia bisa begitu tega pada orang lain, tapi tidak tega pada dirinya sendiri!
"Kamu menertawakan apa?" Fang Hong tampak kebingungan.
"Bukan urusanmu!"
Liu Tianxian mendelik, aura membunuhnya kembali muncul. Sambil mengibaskan lengan bajunya, ia malas meladeni si bodoh ini.
Fang Hong pun merasa kebingungan dibuatnya!
Keesokan paginya, begitu tiba di lokasi syuting, Fang Hong berniat menyapa Liu Tianxian saat melihatnya.
Namun, Liu Tianxian justru melemparkan selembar kertas ke arahnya seraya berkata, "Tulis surat pengakuan utang. Setelah selesai, cepat pergi, uangnya akan ku transfer kepadamu."
"Pekerjaanku sebagai pemeran pengganti ini masih berjalan dengan baik, kenapa kamu langsung mengusirku?" Fang Hong mendengar kabar bahwa Liu Tianxian masih memiliki adegan ciuman lain.
Kalau begitu, biarkan dia menggantikan semuanya!
"Kalau kamu tidak mau pergi, kalau begitu bayar utangnya." Liu Tianxian mengulurkan tangannya.
"Mana mungkin aku punya uang sekarang? Nanti kalau dananya sudah cair, aku kembalikan padamu," kata Fang Hong.
"Jika kamu tidak mau pergi, bayar utangnya sekarang juga." Liu Tianxian memasang wajah tanpa ekspresi, tampak begitu serius.
Fang Hong merasa sedikit tidak senang: "Apakah kamu harus bersikap seperti ini?"
"Benar, kamu pilih salah satu: tulis surat utang lalu pergi, atau bayar utangmu sekarang. Pilih sendiri," tegas Liu Tianxian dengan nada mantap.
Fang Hong menatapnya tajam: "Kamu tahu tidak, hari ini kamu sangat aneh."
"Kamu mau pergi atau tidak?"
Liu Tianxian memasang wajah dingin, suaranya meninggi beberapa oktaf.
Wajah Fang Hong pun berubah muram. Dengan perasaan jengkel, ia mengambil selembar kertas itu, buru-buru menulis surat utang, lalu menyerahkannya.
Setelah menatapnya sejenak, ia berbalik pergi tanpa menoleh lagi.
Setelah menghabiskan waktu bersama selama setengah tahun ini, ia mengira hubungan mereka sudah cukup baik, tak disangka Liu Tianxian sama sekali tidak memberinya muka.
Liu Tianxian menatap punggung pria yang berjalan menjauh itu. Tatapannya yang semula tegas kini berubah, perlahan-lahan melunak.
"Yifei, polisi telah melacak orang yang menaruh obat pencahar itu dan sudah membawanya pergi," seru Yu Shaoqun sambil berlari mendekat.