Bab Seratus Sepuluh: Kau Si Makhluk Kecil Penggoda yang Menyebalkan
"Eugh..."
Zhao Ziqiang baru saja hendak bicara, namun bibirnya langsung dibungkam oleh ciuman Huang Wenfei. Dia bisa merasakan betapa gelora dan antusiasnya wanita itu saat ini. Lidah kecil yang lembut itu menyusup masuk dan mulai bergerak dengan liar, sementara lengannya mendekap leher Zhao Ziqiang dengan erat seolah tak ingin melepaskannya. Darah di seluruh tubuh Zhao Ziqiang seketika mendidih; dia pun membalas ciuman itu dengan penuh nafsu!
"Hei, hei... pelan-pelan, pelan-pelan..."
Zhao Ziqiang tiba-tiba terkejut saat menyadari Huang Wenfei sedang membuka ikat pinggangnya. Meski hutan bambu kecil tempat mereka berada cukup tersembunyi, di sekelilingnya berdiri gedung-gedung apartemen yang menjulang tinggi. Zhao Ziqiang belum segila itu untuk berhubungan intim di tempat terbuka seperti ini.
"Hihi, seru, kan? Aku belum pernah mencoba berhubungan intim di luar ruangan sebelumnya..."
Walaupun tubuhnya gemetar karena gugup, tangan Huang Wenfei tetap kokoh membuka ikat pinggang Zhao Ziqiang. Zhao Ziqiang yang sudah terbuai pun tak mampu menahan diri. Pikirannya buntu, dan dia membiarkan Huang Wenfei melorotkan celananya hingga ke bawah. Namun, tepat di saat genting itu, Huang Wenfei tiba-tiba meliuk gesit dan berlari keluar dari hutan bambu.
"Haha! Aku tahu kau memang bajingan yang tak tahu malu!"
Huang Wenfei bertepuk tangan sambil melompat-lompat kegirangan. Sebelum Zhao Ziqiang yang terpaku bisa menarik celananya kembali, wanita itu berteriak nyaring, "Tolong! Tolong! Ada orang mesum! Ada eksibisionis di sini!"
"Sialan..."
Zhao Ziqiang hampir copot jantungnya. Langkahnya yang panik membuatnya terjatuh hingga berdebam ke tanah. Saat dia bersusah payah bangkit, wanita itu sudah lenyap tak berbekas. Tak lama kemudian, beberapa petugas keamanan datang berlari sambil membawa pentungan. Begitu melihat Zhao Ziqiang dengan celana setengah terbuka, mereka berteriak, "Berhenti! Dasar orang mesum!"
...
"Sialan! Jangan sampai aku menangkapmu, dasar wanita gila! Akan kuberi pelajaran kau nanti..."
Zhao Ziqiang yang tampak berantakan mengumpat sepanjang jalan. Dia tak menyangka akan terjebak dalam situasi konyol seperti ini. Celananya robek saat memanjat pagar, dan dia harus lari dikejar kerumunan orang seperti anjing liar, sampai akhirnya berhasil lolos dengan memanjat atap rumah orang.
"Tiit! Tiit!"
Tiba-tiba terdengar suara klakson yang familier dari belakang. Zhao Ziqiang menoleh dengan heran dan mendapati Huang Wenfei sedang duduk di balik kemudi mobil BMW-nya, melambai sambil tersenyum lebar. Amarah Zhao Ziqiang meledak. Dia segera menerjang maju, mencengkeram lengan wanita itu, dan memaki dengan kejam, "Kau masih berani muncul?! Percaya tidak, aku akan menghabisimu!"
"Aduh, sakit tahu..."
Huang Wenfei menepis tangannya dengan wajah manja, lalu bersandar di pintu mobil sambil tersenyum manis. "Hanya bercanda sedikit saja, apa perlu semarah itu? Sebagai pria dewasa, masa kau tidak punya selera humor?"
"Bercanda? Coba kau sendiri yang dikejar-kejar orang sekampung! Kalau kau tidak memberiku penjelasan yang memuaskan hari ini, aku akan..."
Zhao Ziqiang berteriak murka, namun sebelum dia selesai bicara, Huang Wenfei sudah menarik ikat pinggangnya. Dengan jari-jarinya, wanita itu mengusap pusar Zhao Ziqiang sambil tersenyum menggoda, "Iya, iya, aku tahu. Kau pasti ingin menelanjangiku dan menghajarku habis-habisan, kan? Ayo lakukan kalau berani. Tapi kau harus melakukannya sepuluh kali malam ini, atau aku tidak akan melepaskanmu! Hihi~"
"..."
Zhao Ziqiang ternganga menatap makhluk kecil nakal ini. Dia merasa pukulan telaknya hanya membentur tumpukan kapas. Selama hidupnya, dia sudah bertemu banyak wanita licik, tapi belum pernah melihat sosok seajaib ini. Huang Wenfei kemudian menepuk pintu mobilnya. "Cepat telepon istrimu, bilang kau tidak pulang malam ini. Aku sudah mencarikan seorang wanita kaya yang akan mentraktir kita makan malam mewah. Setelah makan, kau boleh memakan aku!"
Zhao Ziqiang naik ke mobil dengan linglung. Huang Wenfei, yang seolah telah melampiaskan semua kekesalan di hatinya, terus bersenandung sambil menggoyangkan tubuhnya sepanjang perjalanan. Setelah sekian lama, Zhao Ziqiang bertanya dengan nada getir, "Sebenarnya apa maumu dengan semua tingkah konyol ini? Apa mengerjaiku itu sangat menyenangkan?"
"Sini, pegang kemudinya. Memangnya tidak lihat aku sedang dandan?"
Huang Wenfei menarik tangan besar Zhao Ziqiang dan menempelkannya ke setir, lalu dengan santainya dia mulai merias wajah di depan cermin sambil tetap melaju di jalan raya. "Hidup itu harus seru supaya berkesan, bukan? Tadi saat dikejar orang, apa kau tidak merasa lebih puas daripada saat sedang di atas tubuhku? Oh ya, bagaimana kalau nanti malam kita melakukannya di kolam renang hotel? Pasti sangat mendebarkan karena banyak orang yang akan melihat kita!"
"Lakukan saja sendiri! Kenapa kau tidak lari telanjang saja di jalan raya?"
Zhao Ziqiang memutar bola matanya dengan kesal, namun Huang Wenfei justru menjawab dengan antusias, "Boleh juga! Ayo kita lakukan bersama-sama, mau tidak? Itu sudah jadi impianku sejak kecil!"
"..."
Zhao Ziqiang tak ingin lagi meladeni wanita gila ini. Dia benar-benar tidak tahu apakah dirinya yang berasal dari planet lain, atau wanita ini yang merupakan alien. Pola pikir mereka benar-benar berada di dimensi yang berbeda.