Bab 96: Berani-Beraninya Kau Meracuni Kotoran
Kereta kuda yang terus berguncang akhirnya didobrak seseorang, terlihat Zhao Ziqiang dengan wajah penuh kepuasan melompat turun sambil dengan bangga mengencangkan celana panjangnya yang longgar. Setelah beristirahat lebih dari sepuluh menit, Ren Jie yang wajahnya masih memerah akhirnya turun dari kereta dalam keadaan limbung.
Melihat para tamu yang semuanya menatapnya dengan tatapan penuh pengertian, ia buru-buru membersihkan sisa rambut keriting yang terselip di giginya, lalu dengan santai menepuk-nepuk tangan dan berkata kepada semua orang, "Maaf sekali, aku baru saja retouch make up, membuat kalian menunggu lama. Silakan makan, nanti aku akan mengumumkan sesuatu yang penting!"
"Xiao Jie! Kamu memang hebat, begitu cepat bisa menaklukkan Tuan Muda Huang. Kakakmu barusan langsung memanfaatkan kesempatan untuk mendekat padanya, tak disangka malah dapat kontrak besar. Sekarang kakakmu sudah pergi ke kamar untuk menandatangani kontrak bersama Tuan Muda Huang..."
Seorang wanita dewasa dengan make up tebal segera berjalan mendekat, bibirnya yang merah hampir saja merekah lebar karena tawa. Namun Ren Jie langsung berbisik dengan cemas, "Kakak ipar! Tolong segera belikan aku pil kontrasepsi darurat, orang itu tadi tidak pakai pengaman. Oh iya, jangan lupa belikan aku celana dalam baru, orang itu benar-benar aneh, sampai-sampai merobek celana dalamku!"
"Buat apa beli pil? Kalau sampai hamil, suruh saja dia nikahin kamu, toh dia jauh lebih dermawan daripada si Jiang itu..."
Wanita itu menatapnya dengan tawa licik. Namun, seekor anjing pudel cokelat yang menggemaskan tiba-tiba berlari mendekat. Ren Jie dengan senang mengangkatnya dan memeluknya erat-erat, tak disangka bau busuk yang menyengat langsung membuatnya menjerit, "Aduh! Kamu makan kotoran lagi ya? Cepat, cepat! Tolong ambilkan aku air, anjing ini menjilat mulutku!"
"Hahaha~ Ren Jie! Rasanya enak kan kotoranku? Itu khusus kubuat barusan buatmu, coba rasakan ada nggak rasa sarapanku tadi..."
Jiang Yao yang tanpa kacamata hitam tiba-tiba berjalan mendekat dengan santai. Begitu melihatnya, wajah cantik Ren Jie langsung berubah, dan begitu ia kembali merasakan bau busuk di mulutnya, ia langsung membungkuk dan memuntahkan semua isi perutnya hingga habis. Setelah ia muntah-muntah tak henti, ia pun melotot marah, "Jiang sialan! Semoga kau mampus!"
"Aih, Jiang! Kok kamu bisa ada di sini? Bukannya kamu lagi deketin janda kaya?"
Zhao Ziqiang tiba-tiba muncul dari kerumunan dengan ekspresi sangat berlebihan menatap Jiang Yao. Ren Jie buru-buru hendak menjelaskan, namun Jiang Yao malah merangkul lengan Zhao Ziqiang dan bertanya dengan bangga, "Guru! Wanita ini lumayan kan? Dada besar, pandai pula. Tapi harusnya tadi aku campur racun sekalian ke kotoranku, biar sekaligus jadi bisu, hahaha..."
"Kalian… kalian…"
Ren Jie menatap kedua pria yang terus tertawa cabul itu dengan melongo, perasaan was-was mulai menjalari dirinya. Jiang Yao lalu berkata dengan suara berat menirukan seseorang, "Hei, Direktur Ren, ini sekretaris Xiao Wu dari Pak Huang. Bos kami minta besok Anda datang tanda tangan kontrak, ya! Gimana, dasar perempuan jalang, suaraku cukup mirip kan?"
"Aaah, bajingan! Kalian harus mati!"
Akhirnya Ren Jie sadar kalau ia telah diperdaya dua orang brengsek ini. Ia langsung menjerit dan menerjang mereka berdua seperti orang gila, namun Jiang Yao tiba-tiba menamparnya keras hingga terjatuh, lalu memaki dengan garang, "Kau perempuan murahan, lihat laki-laki kaya langsung mau tidur, uang yang dulu kuberikan padamu mendingan buat makanan anjing! Hari ini cuma peringatan kecil, lain kali kalau bikin aku marah lagi, foto bugilmu bakal aku sebarkan ke mana-mana!"
"Tangkap mereka! Tangkap dua penipu sialan itu!"
Kakak ipar Ren Jie langsung berteriak marah, namun dua pria kekar yang wajahnya tegang malah buru-buru mendekat dan berkata gelisah sambil menunjuk ke arah dua orang yang baru saja pergi, "Kak, orang yang tadi kita bicarakan di telepon itu ya dia! Dalam sekejap saja dia bisa mengalahkan enam orang kita, bahkan tambah sepuluh orang pun belum tentu cukup!"
"Apa?!"
Ren Jie ternganga tak percaya. Ia bukan hanya dipermalukan hingga makan kotoran, dipermainkan tanpa sepeser pun, tapi juga tidak mendapat kesempatan membalas dendam. Ia tak sanggup menahan rasa jijik dan sakit hatinya, kedua matanya langsung berputar dan ia pun pingsan di tempat.
...
Sebuah Ferrari 458 hitam berhenti dengan mulus di atas tanggul laut. Dua lampu biru di depan menerangi permukaan laut yang gelap, memantulkan cahaya berkilauan. Sebenarnya mobil ini hanya tergolong level pemula di jajaran Ferrari, namun Jiang Yao mendapatkannya dengan susah payah, setidaknya belum disita.
"Hehehe..."
Jiang Yao turun dari mobil dan langsung membuka bagasi depan. Di dalamnya, terlihat seorang pria paruh baya meringkuk dalam keadaan menyedihkan, tangan dan kakinya diikat dengan tali sepatu, mulutnya disumpal dua pasang kaus kaki bau. Melihat Jiang Yao yang tersenyum licik, ia langsung menangis ketakutan, namun Jiang Yao tanpa ampun menarik rambutnya dan menyeretnya keluar.
"Jangan! Jiang... Jiang Yao, membunuh orang itu melanggar hukum, tolong jangan gegabah..."
Begitu kaus kaki dari mulut pria itu dicabut, ia langsung berlutut dan menangis keras. Namun Jiang Yao menendangnya hingga terjatuh, menginjak wajahnya dan berkata dengan suara seram, "Melanggar hukum? Aku sudah tak peduli! Liu Weiguang! Aku memang ingin kau mati..."