Bab Delapan Puluh Delapan: Kabar dari Gangzi
“Lili, kebetulan sekali, kenapa kamu juga ada di sini?”
Zhao Ziqiang sedang jongkok di tepi taman bunga rumah sakit, baru saja selesai merokok sebatang, ketika ia melihat Guan Li berjalan ke arahnya bersama dua polisi muda. Guan Li melambaikan tangan meminta kedua rekannya pergi duluan, lalu menyilangkan tangan di dada dan bertanya dengan wajah datar, “Aku sedang menangani kasus, kau sendiri ngapain di sini? Jangan-jangan kau menemani pacar kecilmu untuk aborsi?”
“Eh~ dengar nada cemburumu itu, kan aku cuma punya satu pacar kecil, yaitu kamu...”
Zhao Ziqiang berdiri dengan santai, wajahnya tanpa malu-malu hendak meraih tangan Guan Li, namun Guan Li sama sekali tak memberi ampun dan langsung menendangnya menjauh. Dengan nada lelah ia berkata, “Dini hari tadi, dua kelompok saling baku tembak di pelabuhan, dua gudang meledak, mayat di dalamnya hancur sampai tak bisa dikenali, jadi akhir-akhir ini aku benar-benar sibuk. Soal makan malam akhir pekan... aku belum tentu sempat!”
“Gak apa-apa! Kita kan menjalani hubungan perlahan, nggak perlu mengejar gairah sesaat, makan kapan saja juga sama saja...”
Zhao Ziqiang terkekeh sambil menyalakan sebatang rokok lagi. Namun, tiba-tiba Guan Li bertanya dengan ragu, “Kamu tahu ke mana saudaramu, Li Gang, pergi? Kalau kamu melihatnya, tolong segera kabari aku!”
“Kenapa? Jangan-jangan ada apa-apa dengan Gangzi?”
Wajah Zhao Ziqiang langsung berubah tegang, tapi Guan Li menggeleng, “Sekarang belum bisa dipastikan dia kenapa-kenapa. Di lokasi kejadian kami tidak menemukan mayat Li Gang, tapi rekaman CCTV menunjukkan dia datang ke pelabuhan bersama sekelompok orang sebelum ledakan. Setelah itu apa yang terjadi, kami belum tahu!”
“Kamu yakin itu Gangzi? Memang beberapa hari ini dia tidak di rumah...”
Hati Zhao Ziqiang pun berdebar, ia menatap Guan Li dengan cemas, dan Guan Li mengangguk, “Aku sendiri yang memeriksa rekaman, pasti ada Li Gang di sana. Tapi untuk kepastian, masih tunggu hasil olah TKP. Kalau ada kabar aku akan langsung hubungi kamu!”
“Baiklah! Kalau begitu aku akan tanya dulu ke istrinya Gangzi, siapa tahu dia tahu sesuatu...”
Zhao Ziqiang mengangguk berat, menelpon Fang Wen untuk memberi tahu situasinya, lalu langsung mengemudi menuju supermarket tempat Zhou Xiaoyan bekerja. Namun di tengah jalan, ia menerima pesan singkat dari Li Yuanna, yang isinya manja sekaligus meminta maaf, hampir-hampir mengajak Zhao Ziqiang langsung ke ranjang, bahkan ditandatangani dengan: ‘Aku, si kecilmu yang nakal, Nana!’
“Cih~”
Zhao Ziqiang menertawakan sinis, perempuan itu berubah sikap secepat membalik telapak tangan, ia benar-benar tak ingin menanggapi lagi. Toh, wanita itu hanya mengandalkan tubuhnya saja, dan soal itu, Li Sisi pun tak kalah sama sekali, lagipula Li Sisi tak serakus dia!
Saat Zhao Ziqiang sampai di supermarket, Zhou Xiaoyan sudah menunggu di bawah sambil memeluk sebuah tas besar. Begitu melihatnya, ia buru-buru menyerahkan tas itu dan berkata, “Totalnya sembilan puluh delapan ribu, sudah aku hitung!”
“Bagaimana? Dua hari ini Gangzi menghubungimu?”
Zhao Ziqiang menerima tas besar itu lalu berpura-pura santai bertanya. Zhou Xiaoyan mengangguk, “Kemarin dia menelpon dengan nomor luar kota. Begitu tahu itu dia, aku langsung matikan. Tadi juga dia kirim SMS, katanya masih perlu beberapa hari baru bisa pulang. Tapi... aku sudah memutuskan, nanti kalau dia pulang, aku akan minta cerai!”
“Hahaha~ Barusan dia SMS ya? Itu tandanya dia sudah dapat duit tuh...”
Mendengar itu, Zhao Ziqiang langsung lega, lalu tanpa basa-basi merangkul pundak Zhou Xiaoyan, “Soal cerai nanti saja tunggu dia pulang. Sekarang tugasmu cuma ikut aku belanja baju, kalaupun akhirnya cerai, biar dia menyesal seumur hidup! Salah sendiri nggak hargai istri secantik ini!”
“Beneran mau belanja?”
Zhou Xiaoyan tak terlalu mempermasalahkan perlakuan akrab Zhao Ziqiang. Ia mengikuti Zhao Ziqiang masuk ke toko pakaian wanita eksklusif, tapi begitu melihat label harga yang minimal jutaan, ia langsung ciut, hendak kabur, namun Zhao Ziqiang dengan cekatan menariknya kembali, memilih beberapa baju dan memaksanya masuk ke ruang ganti.
“Hari ini siapa yang bisa bikin adikku habiskan semua uang ini, kakak akan kasih bonus dua ribu lagi...”
Zhao Ziqiang duduk di sofa, mengeluarkan dua tumpuk uang tebal dan meletakkannya di meja. Para pegawai toko yang tadinya santai, mengira mereka cuma pembeli dari kampung yang cuma coba-coba, kini begitu melihat uang kontan itu langsung bersemangat, buru-buru mengambil perlengkapan make up dan berbondong-bondong masuk ruang ganti. Suasana pun jadi heboh, sementara Zhou Xiaoyan dari dalam ruang ganti terus berteriak, “Terlalu mahal!” atau, “Terlalu terbuka!”
“Apa... apa ini terlalu terbuka?”
Akhirnya Zhou Xiaoyan keluar dengan gaun ketat warna biru muda. Rambut kuncir kudanya sudah dilepas, wajahnya dirias tipis, dan gaunnya memang cukup terbuka, memperlihatkan hampir seluruh punggungnya. Sepatu hak tinggi kristal membuat kakinya tampak semakin jenjang.
“Kak, ini mah nggak terbuka! Kalau punya badan sebagus kakak, kami juga pingin cuma pakai celana dalam di jalan! Lihat tuh, suami kakak sampai melotot matanya, hihihi...”
Seorang pegawai toko yang cerewet menunjuk Zhao Ziqiang di sofa. Baru saat itu Zhao Ziqiang sadar, setelah didandani Zhou Xiaoyan tampak seperti orang yang benar-benar berbeda, bahkan bila dibandingkan dengan Li Yuanna atau Li Sisi pun tak kalah cantik. Ia langsung melompat dari sofa dan memuji keras-keras, “Cantik, benar-benar cantik! Baju ini langsung dipakai saja! Semua yang tadi dicoba juga bungkus bawa pulang!”