Buku Pertama Tanah Segel Bab Lima Puluh Satu Kesadaran, Tiga Kakak Beradik Memahami Hati Pedang
Apa?
Pedang Tanpa Bayangan?
Mendengar seruan kaget Lei Qianxue, Han Feng mau tidak mau mengalihkan pandangannya ke arah Pedang Tanpa Bayangan, matanya langsung membelalak.
Dulu di paviliun kitab suci Sekte Pedang Xuantian, dia pernah melihat catatan tentang Pedang Tanpa Bayangan.
Berdasarkan catatan tersebut, Pedang Tanpa Bayangan hanya pernah muncul pada masa awal berdirinya Dinasti Pedang.
Pada masa itu, orang yang menguasai Pedang Tanpa Bayangan adalah pemimpin pertama Paviliun Pemakam Pedang.
Berkat Pedang Tanpa Bayangan di tangan, pemimpin pertama Paviliun Pemakam Pedang berhasil menorehkan reputasi yang begitu disegani dan ditakuti di Dinasti Pedang.
Bahkan pernah ada sebuah ungkapan yang ditinggalkan, yaitu: Pedang Tanpa Bayangan meluncur tanpa wujud, merenggut nyawa tanpa bayangan dan jejak.
Dari sini dapat dilihat bahwa Pedang Tanpa Bayanglah yang membuat Paviliun Pemakam Pedang menjadi hebat, dan bukannya Paviliun Pemakam Pedang yang membuat Pedang Tanpa Bayangan menjadi masyhur.
Hal ini juga sudah cukup untuk membuktikan betapa hebatnya Pedang Tanpa Bayangan, jika tidak, senjata itu tidak akan melampaui Pedang Qingqing di tangan Li Changqing dan merajai Daftar Seratus Senjata.
Hanya saja, sejak pemimpin pertama Paviliun Pemakam Pedang menghilang, Pedang Tanpa Bayangan pun turut menghilang tanpa jejak.
Mampu melihat Pedang Tanpa Bayangan di sini hanya dapat membuktikan satu hal, yaitu bahwa Pedang Tanpa Bayangan telah hancur, jika tidak, senjata itu tidak akan menjadi roh pedang di dalam Alam Rahasia Jurang Pedang ini.
Tepat saat Han Feng merasa terkejut, Pedang Tanpa Bayangan kembali bergetar, seberkas cahaya pedang melintas, menembus ruang, dan seketika tiba di hadapan Han Feng.
"Han Feng, hati-hati!"
Zhao Yiran adalah orang pertama yang menangkap lintasan cahaya pedang tersebut, dia buru-buru berseru untuk memperingatkan, dan mengayunkan pedangnya untuk menebaskan energi pedang demi membantu Han Feng.
Namun Han Feng jauh lebih cepat.
Satu detik setelah menyadari perubahan pada Pedang Tanpa Bayangan, Han Feng sudah menghunus pedangnya.
Pedang Pembunuh Jenderal dengan lembut diayunkan ke depan, dan gelombang energi pedang pun meluncur.
Tepat pada waktunya untuk menahan energi pedang Pedang Tanpa Bayangan di hadapannya.
Setelah itu, Han Feng menarik napas dalam-dalam, tatapannya menjadi serius.
"Yang Mulia Pangeran Keempat, kau bisa merasakan energi pedang dari Pedang Tanpa Bayangan. Selanjutnya, lindungi mereka dengan baik, pedang ini sedikit tidak beres."
"Baik, selama aku ada di sini, aku tidak akan membiarkan Pedang Tanpa Bayangan melukai mereka."
Zhao Yiran mengangguk dengan penuh penekanan, berdiri di hadapan Zhao Ling'er dan yang lainnya, sementara energi spiritual di seluruh tubuhnya bergejolak, selalu bersiap untuk menghunus pedang.
Merasakan tindakan Zhao Yiran, Han Feng merasa tenang, matanya menatap Pedang Tanpa Bayangan, sementara semangat juang yang tak terbatas terpancar keluar.
"Datanglah, biarkan aku menyaksikan betapa hebatnya Pedang Tanpa Bayangan yang berada di peringkat pertama Daftar Seratus Senjata."
Usai berkata demikian, tatapan Han Feng menajam, tangan menggenggam Pedang Pembunuh Jenderal, dan sosoknya melesat maju bagaikan kilat.
Pada saat yang bersamaan, aura yang begitu perkasa tanpa tandingan terhimpun dengan kecepatan luar biasa pada Pedang Pembunuh Jenderal, membuat bilah pedang tersebut memancarkan hawa yang menggetarkan hati.
Seiring dengan majunya Han Feng dengan kecepatan tinggi, kabut tebal di sekelilingnya yang seolah tak tembus pandang didorong oleh tangan raksasa tak kasat mata, bergeser dan menyingkir ke kedua sisi.
Dalam sekejap mata, Han Feng telah mendekati lokasi keberadaan Pedang Tanpa Bayangan.
Dia terlihat mengayunkan lengannya, dan Pedang Pembunuh Jenderal di tangannya dengan ganas menebas ke bawah.
"Pemberantas Langit!"
Diiringi oleh sebuah bentakan amarah, Han Feng mengerahkan teknik pedang yang diajarkan oleh Paman Tua Hu.
Seketika itu juga, terdengar suara gemuruh yang memekakkan telinga.
Seberkas cahaya pedang yang begitu cemerlang memancar keluar secara tiba-tiba bagaikan letusan gunung berapi, melesat lurus ke angkasa seolah hendak merobek Pedang Tanpa Bayangan yang melayang di udara bersama dengan seluruh langit yang kelabu.
Namun, pada detik ini, Pedang Tanpa Bayangan di langit sama sekali tidak bergerak, bagaikan sedang tertidur lelap dan dengan tenang melayang di sana.
Saat cahaya pedang yang begitu tajam itu hampir menyentuh bilah pedang, Pedang Tanpa Bayangan tiba-tiba bergetar hebat.
Menyusul kemudian, niat pedang yang amat tajam meledak dengan dahsyat dari dalam tubuhnya.
Hampir bersamaan, kabut tebal yang menyelimuti sekeliling seolah-olah dipanggil oleh sesuatu, dengan liar bergegas menuju Pedang Tanpa Bayangan.
Dalam sekejap mata, kabut-kabut tersebut memadat menjadi wujud fisik sebuah bilah pedang.
Sesaat kemudian, secercah cahaya pedang yang menyilaukan memancar dari ujung Pedang Tanpa Bayangan.
Bum!
Kedua cahaya pedang itu saling berbenturan, menghasilkan tubrukan yang hebat.
Gelombang kejut tak kasat mata menyebar ke segala arah.
Mendorong menjauh seluruh kabut tebal di sekitarnya, hingga membentuk sebuah area kosong melingkar.
Melihat hal tersebut, Han Feng mendengus pelan penuh takjub.
"Niat pedang, ya? Hanya dengan mengandalkan roh pedang saja sudah mampu mencapai tingkat seperti ini, sungguh layak menyandang gelar Pedang Tanpa Bayangan yang menduduki peringkat pertama Daftar Seratus Senjata!"
Seketika itu pula, Han Feng kembali melangkah maju, Pedang Pembunuh Jenderal di tangannya bersiap untuk menebas kembali.
Pada saat itu, Pedang Tanpa Bayangan bergetar hebat, dan bilah pedang yang terkondensasi dari kabut tebal langsung buyar seketika.
Berikutnya, gagang Pedang Tanpa Bayangan terlihat berkelebat dua kali, lalu menghilang begitu saja.
Han Feng tertegun sejenak, buru-buru memejamkan matanya.
Tak lama kemudian, dia berhasil menangkap sebersit niat pedang.
"Mau kabur?"
Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman sinis, Han Feng menerobos masuk ke dalam hutan bebatuan yang berantakan, melesat mengejar Pedang Tanpa Bayangan.
Di belakang, Zhao Yiran yang melihat hal tersebut sempat dilanda keragu-raguan untuk sejenak.
Dia tanpa sadar mengalihkan pandangannya ke arah Lei Qianxue.
"Kakak Qianxue, apakah kita harus ikut masuk atau menunggu di sini?"
"Yang Mulia Pangeran Keempat, ada satu hal yang aku tidak tahu apakah pantas diutarakan atau tidak."
Lei Qianxue ragu-ragu sejenak, lalu berucap.
Pandangan yang dia lemparkan ke arah Zhao Yiran menyiratkan sedikit rasa menyayangkan.
Melihat tatapan Lei Qianxue, Zhao Yiran tanpa sadar mundur selangkah.
"Kakak Qianxue, katakan saja, aku tidak akan keberatan."
Namun, justru langkah mundur itulah yang membuat rasa menyayangkan di mata Lei Qianxue semakin pekat.
Dia menggelengkan kepalanya dan berkata.
"Yang Mulia, apakah kau tidak menyadari bahwa sejak Han Feng muncul, pedangmu telah kehilangan ketajamannya seperti dulu? Apakah karena kau merasa pedangmu tidak sebaik pedang Han Feng?"
"Tidak, bukan begitu, aku tidak, aku..."
Zhao Yiran secara refleks hendak membela diri.
Namun sebelum kata-katanya selesai, dia sendiri tertegun.
Dia teringat kembali bahwa sejak bertemu Han Feng di Pertemuan Pembuktian Pedang, dirinya sudah sangat jarang menghunus pedang.
Entah itu di Danau Keriuhan Pedang, Alam Rahasia Qingqing, ataupun di Alam Rahasia Jurang Pedang, pedangnya seolah-olah telah berkarat. Kecuali orang-orang di sekitarnya berada dalam bahaya dan dia terpaksa menghunus pedang, di saat-saat lain Han Feng selalu berada di garda terdepan, sementara dirinya dengan wajarnya menikmati semua itu.
Tanpa disadari, justru karena hal inilah pedangnya seolah-olah menjadi tidak begitu penting lagi.
Memikirkan hal tersebut, rona wajah Zhao Yiran seketika berubah menjadi pucat pasi.
"Aku..."
Lei Qianxue melirik sekilas ke arah Zhao Yiran.
"Yang Mulia Pangeran Keempat, kau harus ingat, pada Pertemuan Pembuktian Pedang, kau dan Han Feng adalah sama. Kalian berdua adalah sedikit dari orang-orang di Dinasti Pedang yang mampu menguasai niat pedang. Namun, perbedaan antara kau dan dia adalah, usia mu lebih muda darinya. Meskipun dalam hal tingkat kultivasi dan pengalaman kau memang kalah darinya, tetapi dalam ilmu pedang, kau sama sekali tidak kalah darinya. Selama kau diberi waktu, pencapaianmu di masa depan tidak akan sedikit pun lebih lemah darinya, bahkan bisa jadi melampauinya."
Saat ini, dia sudah merasakan perubahan pada diri Zhao Yiran, setelah selesai berbicara dia tidak lagi bersuara, melainkan hanya menunggu dengan tenang.
Di sisi lain, Zhao Yichun dan Zhao Ling'er yang mendengarkan ucapan Lei Qianxue turut terjatuh dalam lamunan yang mendalam.
Benar juga, diri mereka dulunya juga merupakan jenius ilmu pedang yang langka, tetapi mengapa mereka bisa menjadi seperti sekarang ini?
Apakah karena Han Feng?
Bukan, bukan karena itu.
Melainkan karena ketergantungan.
Sejak Han Feng muncul, mereka tanpa sadar mulai bergantung pada Han Feng.
Dalam hal apa pun, mereka selalu berasumsi bahwa Han Feng adalah yang terhebat, dan selalu merasa bahwa tindakan Han Feng maju bertarung tidak pernah salah.
Namun, justru karena ketergantungan inilah pedang mereka menjadi tumpul.
Seandainya suatu hari nanti Han Feng tidak ada lagi, lantas apa yang harus mereka perbuat?
Mencari orang lain yang bisa diandalkan lagi?
Salah!
Tentu saja harus mengandalkan diri sendiri!
Kapan pun dan di mana pun, diri sendiri yang kuat barulah kekuatan yang sesungguhnya!
Begitu pikiran mereka tercerahkan, Zhao Yiran, Zhao Yichun, dan Zhao Ling'er, ketiga kakak beradik itu membuka mata mereka secara bersamaan.
Mereka saling berpandangan, dan melihat semangat juang berkobar di mata masing-masing.
Sesaat kemudian, gelombang niat pedang yang kuat meledak dari tubuh mereka bertiga.
Niat pedang itu melesat lurus menembus awan, membentuk tiga pilar cahaya yang menerangi seluruh Alam Rahasia Jurang Pedang!